Diskusi dibuka oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan didampingi Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan DPP PAN Euis F Fatayaty. Hadir sebagai pembicara Sylviana Murni (Calon Wagub DKI), Masruroch (Komnas Perempuan), Andi Yuliani Paris (Anggota DPR Fraksi PAN) dan Ammy Amalia (Anggota DPR Fraksi PAN).
Euis F Fatayaty mengatakan Fraksi PAN sebagai salah satu pelopor RUU PKS berharap ada beberapa poin utama yang mesti masuk di RUU tersebut.
Pertama, pemberatan hukuman untuk pelaku tindak kekerasan seksual agar memberikan efek jera bagi pelaku. Hal ini penting sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya tindak pidana kekerasan seksual. "Pelaku harus dihukum seberat-beratnya," kata Eus, Rabu (21/12).
Selain itu, lanjut Euis, perlu adanya rehabilitasi, perlindungan, dan penjaminan hak-hak korban. Mulai dari proses penyidikan sampai dengan skema pemulihan bagi korban yang mengalami trauma.
Lebih jauh Euis mengharapkan perlunya pencegahan terjadinya reviktimisasi bagi korban. "Poin-poin inilah yang harus diperjuangkan dalam RUU PKS nanti," katanya menegaskan.
Sementara, Sylviana Murni, Cawagub DKI nomor urut 1, sangat concern terhadap RUU PKS. Dia dan Agus Yudhoyono sedang mencanangkan jargon Jakarta yang ramah untuk perempuan dan anak.
Sedangkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengucapkan selamat atas peringatan Hari Ibu saat ini.
"Sekarang tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan. Sekarang hak laki-laki dan perempun sudah sama tidak ada perbedaan lagi," imbuhnya.
Lebih lanjut Zulkifli menambahkan bahwa perempuan Indonesia bisa menjadi apapun di negeri ini. Presiden sudah ada Megawati Soekarnoputri, menteri dan DPR juga sudah banyak.
"Tidak ada halangan apapun untuk menjadi apapun di negeri ini. Sekarang tergantung daya juang masing-masing," tukas Ketua MPR ini.
[sam]
BERITA TERKAIT: