"Siapa yang hafal pembukaan UUD," tanya Mahyudin kepada para peserta sosialisasi di Fakultas Hukum UNISSULA, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/10).
Setelah beberapa saat, ada mahasiswa yang mengangkat tangan. Mahasiswa itu kemudian disuruh maju oleh Mahyudin. Pengeras suara pun diberikan padanya oleh petugas. Mahasiswa itu mulai melantunkan pembukaan UUD. Di saat tertentu, mahasiswa yang lain tertawa ketika ada yang tidak tepat.
Melihat hal yang demikian, Mahyudin kemudian berujar, "Ada yang mau membantu?" Tak lama kemudian satu mahasiswa mengangkat tangan. Ia pun disuruh maju oleh Mahyudin. Apa yang disampaikan lebih bagus daripada yang pertama.
Menanggapi hafalan kedua mahasiswa itu. Mahyudin mengatakan pada prinsipnya hafalannya bagus, "menunjukan masih ada pemahaman." sambil meminta stafnya memberikan hadiah Rp 200 ribu perorang.
Meski demikian hafalan terhadap dasar dan pilar bangsa harus sering diulang.
"Kalau Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tak disosialisasikan, masyarakat akan lupa," tegasnya.
Politisi Golkar ini menambahkan, Pancasila dan tiga sosialisasi empat pilar, tidak hanya dihapal, tapi harus dihayati dan diamalkan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: