Sontak pernyataan tersebut mendapatkan respon beragam dari berbagai elemen masyarakat yang pro dan kontra.
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional HKTI mengatakan bahwa hal tersebut boleh-boleh saja asalkan benar tersalur kepada masyarakat.
"Pemerintah juga sepertinya berupaya keras memenuhi kebutuhan daging sapi. Contohnya di kelompok tani Bangka Barat akan terima sekitar 25 ekor bibit sapi Bangkalan dan kemungkinan daerah lain juga. Bantuan pemerintah tersebut harus dijaga betul diternak dengan benar sehingga bibit tersebut akan mampu mencukupi kebutuhan daging secara nasional," kata Mahyudin, usai menghadiri Musyawarah Provinsi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Balloom Hotel Soll Marina Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (24/10).
Intinya, lanjut Mahyudin, Pemerintah mengeluarkan kebijakan impor juga pasti untuk kepentingan rakyat dan pasti kebijakan itu disandingkan dengan kebijakan bantuan pemerintah kepada sentra-sentra pembiakan dan pengolahan daging sapi di seluruh Indonesia.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: