Ketua MPR Akui Otonomi Daerah Belum Berjalan Sempurna

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 29 Maret 2016, 14:42 WIB
Ketua MPR Akui Otonomi Daerah Belum Berjalan Sempurna
zulkifli hasan/net
rmol news logo . Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengapresiasi seminar "Menyongsong Dua Dekade Desentralisasi dalam Penyelenggaraan NKRI dan Kesejahteraan Sosial" Universitas Trilogi, Jakarta, Selasa (29/3). Otonomi daerah sudah berjalan selama 15 tahun, otonomi daerah diterapkan sejak 2001.

Zulkifli mengatakan selain membawa manfaat, otonomi daerah juga belum berjalan sempurna pada jalurnya.

"Otonomi daerah salah satunya menghasilkan kesenjangan yang tinggi. Mengapa hal ini terjadi, tidak lain karena tidak adanya haluan bagi pelaksananya (kepala daerah)," kata dia dalam ceramah kebangsaan di hadapan peserta seminar.

Kepala daerah tersebut, kata Zulkifli, tidak tahu apa tujuannya jadi kepala daerah, sehingga bukannya membuat program-program yang pro-rakyat tapi justru membuat program elitis.

"Kalau kita ke daerah kita lihat rumah dinas kepala daerah mewah, mobil dinasnya juga bagus dan lebih dari satu, sementara banyak rakyatnya tetap hidup miskin," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Zulkifli, banyak hal yang harus disempurnakan. Ia mengajak agar segenap lapisan masyarakat ikut membangun wawasan kebangsaan.

Sementara itu Rektor Universitas Trilogi, Prof. Asep Saefuddin menuturkan bahwa sudah saatnya kita kembali dengan konsep Pancasila.

"Para pemimpin baik yang di pusat maupun di daerah, jika mereka memahami arti dari Pancasila maka tidak akan terjadi seperti apa yang disampaikan ketua MPR tadi. Pasti semua akan berjalan di jalurnya," ucapnya.

Oleh karena itu, menurut gurubesar bidang statistika ini, Universitas Trilogi merasa terpanggil untuk mengingatkan kembali perjalanan otonomi daerah yang sudah berjalan. Tujuannya tidak lain agar tidak terlalu sesat perjalanannya.

"Akhirnya tentu benar-benar membawa kemaslahatan bagi masyarakat, bukan para pejabat," tukas Prof. Asep. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA