Padahal, kata politisi Golkar ini, banyak anak-anak dan mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Mereka kerap memenangkan olimpiade ilmu pengetahuan, baik regional maupun internasional. Menurutnya, mereka hanya butuh fasilitas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pernyataan itu disampaikan Mahyudin saat membuka dan menjadi pembicara kunci pada acara Sosialisasi Empat Pilar di hadapan peserta seminar nasional pendidikan ekonomi, di Universitas Muhammadiyah Profesor Hamka, Jakarta Timur, Jumat (18/3).
Ada dua tema yang dibahas dalam seminar tersebut, yaitu 'Meraih Pendidikan Tinggi di Kancah Internasional' dan "Arah Perekonomian Indonesia pada Era MEA'.
Untuk mengejar ketertinggalannya, kata Mahyudin, mahasiswa harus berorientasi pada riset dan kompetisi. Termasuk melakukan riset agar menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Bukan berorientasi jadi sarjana saja, karena hanya akan menambah jumlah pengangguran.
"Salah satu caranya, skripsi itu dilakukan berdasar riset, sehingga menghasilkan manfaat, bukan skripsi yang judul dan temanya itu-itu saja, apalagi mencontoh orang lain," kata Mahyudin menambahkan.
Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean, lanjut Mahyudin, memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Kalau tidak bersegara disiapkan, niscaya Indonesia bakal jadi pasar bagi produk negara lain. Namun, jika dimanfaatkan, MEA juga bakal jadi peluang besar bagi Indonesia menguasai Asia dan dunia melalui pintu Asean.
[rus]
BERITA TERKAIT: