Para peserta yang berjumlah seratus orang dibagi ke dalam lima kelompok. Kemudian dari masing-masing kelompok tersebut saling berkompetisi untuk memenangkan setiap permainan yang diberikan.
Anggota MPR dari unsur Kelompok DPD, Emma Yohanna hadir sebagai supervisi pada acara tersebut. Setelah menyaksikan kompetisi sengit antarkelompok, Emma menyampaikan bahwa dalam permainan bukanlah gelar juara yang dicari. Tapi bagaimana terciptanya kebersamaan dalam keberagaman karakter di setiap kelompok. Disitu terjadi kerjasama tim, penyusunan strategi, siasat politik, ide-ide kreatif dan inovatif dari anggota kelompok untuk menyelesaikan permainan.
"Dalam permainan-permainan ini yang terpenting sudah berusaha dengan maksimal. Banyak nilai-nilai kebangsaan yang tercermin dan itu jangan berhenti ketika kegiatan outbound ini selesai. Namun harus dibawa untuk diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari," ujar Emma dalam rilis Humas MPR.
Sementara itu, anggota MPR dari unsur Kelompok DPD lainnya yang hadir, Intsiawati Ayus atau yang kerap disapa Iin juga menyampaikan pemahaman yang ditanam dari aplikasi pada permainan outbound tersebut akan memunculkan seorang leader di dalam kelompok. Tidak ada sekolah untuk menjadi pemimpin, karena pemimpin lahir dari sebuah kebersamaan dan eksistensi.
Kerjasama yang timbul dari sebuah kelompok itu berawal dari instruksi ketua kelompok sebagai pemimpin. Jika ada anggota yang sulit bekerjasama, timbulkanlah kemauan untuk bekerjasama. Namun jika masih sulit maka janganlah mengganggu lalu lintas permainan yang sedang berlangsung.
"Jika bisa menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri, maka kita akan bisa memimpin orang lain," pungkas Iin.
Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Outbound ini berlangsung dari tanggal 11 sampai dengan 14 Maret di Rumah Kito Resort, Kota Baru, Jambi.
[rus]
BERITA TERKAIT: