Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ratno Nuryadi, menegaskan kemajuan industri tidak bisa dilepaskan dari kualitas laboratorium.
“Laboratorium bukan sekadar ruang pengujian, tetapi fondasi manufaktur berbasis teknologi tinggi,” kata Ratno, dikutip Jumat 17 April 2026.
Menurutnya, kehadiran ratusan perusahaan dan ribuan profesional di bidang sains menunjukkan kuatnya daya tarik internasional sekaligus peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan industri berbasis teknologi.
“Event seperti ini penting karena kemajuan industri sangat ditentukan oleh kualitas riset, infrastruktur laboratorium, serta akses terhadap teknologi mutakhir,” kata Ratno.
Melalui forum ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus terbentuk kolaborasi antara peneliti, akademisi, industri, dan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.
“Kita harus jujur, sebagian besar teknologi masih dari luar. Karena itu, penguatan riset domestik dan hilirisasi menjadi sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi,” kata Ratno.
Ratno juga menekankan, penguatan sektor laboratorium menjadi kunci dalam mendukung target besar Indonesia menuju ekonomi maju, termasuk visi Indonesia Emas 2045.
“Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang showcase, tetapi juga katalisator untuk mempercepat transformasi industri dan inovasi nasional,” kata Ratno.
BERITA TERKAIT: