Demikian disampaikan Zulkifli saat menerima delegasi Rumah Kajian Al Qur'an Al Barru (RKAB) di ruang kerjanya, Lantai 9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (11/1).
Dalam pertemuan itu, lebih lanjut Zulkifli mengatakan kedua hal itu harus menjadi fokus bagi seluruh organisasi ummat Islam.
Untuk itu dirinya mengharap agar ummat Islam jangan membahas perbedaan. Perbedaan yang ada biarlah menjadi urusan masing-masing. Kalau kita sudah menyakini Al Qur'an dan menjalankan sholat menurut Zulkifli itu sudah merupakan Islam. Diakuinya bahwa selama ini ummat Islam menghabiskan energinya hanya untuk membahas perbedaan.
Ia pun berharap agar ummat Islam tidak membahas perbedaan selama 100 tahun ke depan. Bila ummat ini sudah kaya dan pintar maka silahkan berdebat.
"Membahas perbedaan itu ada waktunya," ujar Zulkifli yang juga Ketum PAN ini seperti dalam rilis Humas MPR.
Dalam pertemuan itu RKAB mengundang Zulkifli pada acara maulid Nabi yang akan diselenggarakan pada 17 Januari 2016. Acara yang bertema "Kesucian Nabi Muhammad SAW dalam Serapan Budaya Islam Indonesia" itu akan diselenggarakan di Menara 165 Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan.
[rus]
BERITA TERKAIT: