Menurutnya, silatnas yang dihadiri kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono itu sangat baik untuk membangun komunikasi antar sesama kader agar semua menjadi satu.
"Pertemuan silaturahmi itu bagus, tapi harus ada
follow up-nya. Kalau pasca silatnas tetap dengan ego masing-masing akan percuma saja. Cuma ada silaturahmi fisik tidak silaturahmi hati," ujarnya, di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Kamis ( 5/11 ).
Soal kubu-kubuan di Golkar, Mahyudin menegaskan bahwa dirinya sebagai kader Golkar hanya loyal kepada partai bukan kepada figur. Dalam konteks kebangsaan, dirinya sangat loyal kepada negara daripada kepada partai.
"Apalagi sebagai pimpinan MPR harus banyak fokus kepada bangsa dan negara kalau pimpinan MPR ikut polemik partai kan tidak etis," imbuhnya.
Terakhir, ia berharap pasca momen silatnas, Golkar harus cepat berbenah, harus cepat melakukan recovery dan merebut kembali kepercayaan pemilih dan merebut hati pemilih baru.
[rus]
BERITA TERKAIT: