BEGITULAH salah satu kutipan pidato Presiden Prabowo di hadapan peserta Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Lampung, pada Rabu 10 Juni 2026.
Agaknya, Prabowo mulai merasakan betapa tidak enaknya menjadi seorang Presiden. Lebih tidak enak daripada ingin jadi Presiden, tapi tidak kunjung jadi Presiden, setelah empat kali gagal jadi Presiden itu.
Empat kali gagal usaha jadi Presiden, tidak pernah sekalipun terdengar Prabowo mengatakan tidak enaknya memiliki keinginan jadi Presiden.
Buktinya empat kali gagal, ia tidak pernah bilang kapok.
Tapi baru sekali jadi Presiden, itu pun belum genap dua tahun, Prabowo sudah mengatakan bahwa menjadi Presiden itu ternyata tidak enak.
Kalau tahu menjadi Presiden itu tidak enak, mungkin Prabowo tak akan ngotot ingin jadi Presiden, sampai empat kali kalah pula.
Prabowo ingin jadi Presiden bukan hanya mau jadi Presiden. Tapi ia punya misi untuk meluruskan arah Indonesia yang salah, yang sudah dilihatnya sejak tahun 90-an. Itulah motivasinya ingin jadi Presiden.
Kalau motivasi ingin meluruskan arah Indonesia yang salah itu bisa membuat Prabowo bertahan hingga empat kali kalah, maka seharusnya motivasi itu pula bisa membuat ia bertahan setelah menjadi Presiden.
Meski belum genap dua tahun, ia sudah mengatakan, ternyata jadi Presiden tidak enak.
Apalagi setelah ia tahu bahwa elite di Indonesia ini kejam dan paling suka ribut.
Saling tikam dari belakang itu terjadi berkali-kali, dalam sejarah yang panjang. Apa pun bisa diributkan untuk urusan yang sangat sepele.
Memang orang yang punya cita-cita itu akan jauh lebih kuat ketimbang orang yang tidak punya lagi cita-cita.
Apalagi kalau cita-cita itu baik. Maka apa pun yang terjadi akan dijalaninya dengan ikhlas.
ErizalDirektur ABC Riset & Consulting
BERITA TERKAIT: