Dalam sambutannya Mahyudin antara lain mengharapkan, para peserta bisa mensosialisasikan materi yang diperoleh selama ToT kepada mahasiswa. Karena memang, itulah salah satu alasan mengapa ToT diselenggarakan bagi para dosen. Dosen dianggap sebagai pelaku perubahan, khususnya bagi mahasiswa.
Pancasila kata Mahyudin diyakini menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Pengakuan seperti itu juga pernah disampaikan DN Aidit, salah satu pemikir dan pelaku G 30 S PKI. Karena itu Aidit yakin, untuk meruntuhkan Indonesia harus menggantikan Pancasila dengan ideologi yang lain. Dan dengan alasan bahwa Indonesia sudah bersatu, maka Aidit pun melakukan propaganda untuk mengganti Pancasila.
"Pancasila sudah ada sejak lama, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diambil dari nilai luhur bangsa Indonesia. Karena itu sampai kapanpun, pancasila akan selalu sesuai bagi bangsa Indonesia, dan tidak bisa digantikan dengan ideologi lainnya," kata Mahyudin.
Indonesia kata Mahyudi tidak pantas dijajah oleh Belanda. Karena wilayah negara Belanda tidak seluas Indonesia, penduduknya pun biasa saja. Artinya bisa dikalahkan oleh orang Indonesia. Namun, Belanda sangat pandai dalam memecah belah. Sehingga pasukan Belanda dapat menguasai Indonesia.
Indonesia bisa dikalahkan Belanda karena masyarakat Indonesia tidak berpegang pada Pancasila. Sehingga mereka menjadi lebih mudah diadu domba. Kondisi ini sama seperi zaman Sriwijaya dan Majapahit. Ketika itu keduanya adalah kerajaan besar, namun akhirnya hancur karena tidak memiliki persatuan.
"Saatnya kita menentang dan melawan kekuatan asing yang hendak menghancurkan Indonesia. Salah satunya seperti IMF dan paham liberalisasi yang dibawanya. Kita tidak boleh berdiam dan harus berani melawan, karena semua itu berlawanan dengan Pancasila", kata Mahyudin menambahkan.
[zul]
BERITA TERKAIT: