"Itu bukan karena saya. Itu karena wartawan (yang nulis berita)," kata dia dengan nada bercanda kepada awak media, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 4/9).
Sebelumnya, OSO memang mengkritik keras soal karpet merah yang katanya usulan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) itu. Menurutnya, gelaran karpet merah membuat aktivitas di lobi Nusantara III menjadi terganggu.
Gelaran karpet merah juga disebutnya sebagai perlambang bahwa lembaga parlemen identik dengan simbol elitis yang jauh dari rakyat.
Setelah kritik keras OSO itu, Setjen MPR berkirim surat ke Setjen DPR agar karpet merah itu dicopot dan dipasangkan hanya jika ada tamu negara dan tamu kehormatan yang menyambangi parlemen. Dalam surat itu, Setjen MPR juga meminta agar lift khusus pimpinan MPR/DPR/DPD tidak dilakukan pemblokiran.
Diketahui, sejak Kamis (3/9) kemarin, karpet merah sepanjang sekitar 20 meter yang terbentang dari pintu masuk gedung Nusantara III hingga pintu lift menuju ruang kerja pimpinan, sudah tidak terpasang lagi.
[ian]
BERITA TERKAIT: