Tiga poin tambahan membuat Die Roten memimpin puncak klaÂÂseÂmen sementara Grup E deÂngÂan poÂin enam, unggul dua angÂka dari AS Roma (peringkat keÂdua) yang berÂhasil menahan imÂbang ManÂchester City. SementaÂra itu MosÂcow yang menempati posisi keÂemÂpat dengÂan poin satu dan nol tetap senang karena mampu memÂbendung seÂraÂngan sang juaÂra Bundesliga.
Statistik menyebut tuan rumah begitu miskin serangan dengan haÂnya melepaskan empat tembaÂkan mengarah ke gawang sepanÂjang laga. Sementara Muenchen melepaskan delapan tembaÂkan
on target dari 23 usaha. HaÂsilÂnya, Muenchen hanya berhasil meÂnÂceÂtak satu gol, itu pun bukan hasil permainan
open play, meÂlaÂinkan daÂri sepakan penalti ThoÂmas MulÂler di menit 22.
Lantas kemana para bintang FC Hollywood yang menghuni lini serang Muenchen sejak awal laga? Pep menurunkan duet wiÂnger linÂcah Arjen Robben dan MaÂÂÂrio GoetÂÂze serta memasangÂkan duet penyerang Thomas MulÂler dengan Robert LewanÂdowÂski sebagai
starÂting lines up timnya, tapi nyaÂÂtaÂÂnya mereka gaÂgal menÂcetak gol melalui skeÂma serangÂan. “Sulit melawan tim yang berÂmain deÂngan cara bertaÂhan†Pep mencoba membela diri dikutip
Bild.
Kubu Bayern mengeluhkan tuÂan rumah yang tampil dengan meÂmajang delapan pemain daÂlam dua jajar di depan kotak peÂnalÂti mereka. Hal ini menyulitÂkan BaÂyern untuk menembus perÂÂtahanan mereka dan akhirnya terpaksa mengalirkan bola lewat sisi sayap untuk kemudian menyelesaikan serangan lewat umpan silang.
Selain karena kesulitan mengÂhadapi formasi bertahan MosÂcow, pasukan Die Roten kelihatÂan tidak bertenaga tanpa dukuÂngÂan penonÂton, menyusul kepuÂtuÂsan UEFA yang mengultimaÂtum laga ini agar digelar tertutup, tanpa kehadiran penonton dari keÂdua tim menyusul ulah kelomÂpok suporter CSKA Moscow yang menyerang penduÂkung ItaÂlia saat timnya digasak Roma 5-1 di Stadion Olimpico, pada matÂchday pertama.
Gelandang anyar Muenchen, Xabi Alonso —si pemegang reÂkor baru di Bundesliga sebagai peÂmain paling banyak menguaÂsai bola juga tampil melempem.
Bekas gelandang Liverpool dan Real Madrid itu menyentuh bola sebanyak 204 kali saat timÂnya melawan FC Koln pada akÂhir pekan lalu, yang artinya dia meÂnguasai bola rata-rata setiap 26 detik. Tapi pemain 32 tahun tiÂdak dapat menemukan irama yang sama ketika tampil tanpa riuh rendah sorakan penonton. “Aneh rasanya, bermain tanpa dukungan penonton†kata Alonso.
Apa pun yang mendasari tumÂpulnya lini serang Muenchen di Liga Champions, mereka perlu menambah daya gedor karena baru mencetak dua gol dari dua pertandingan Grup E.
Pelatih CSKA Moskow, LeoÂnid Slutski, mengaku cukup puas melihat cara bermain timnya. Dia terpaksa menerapkan strateÂgi main bertahan lantaran keterÂbatasan stok pemain. Makanya dia sengaja memasang tiga bek teÂngah dan mengandalkan seraÂngan balik lantaran.
“Melawan tim seperti mereka tidak ada resep khusus untuk mendapatkan keberhasilan. NaÂmun, taktik kami bekerja pada beÂberapa situasi,†ujar Slutski di situs resmi UEFA. ***
BERITA TERKAIT: