Jawab Soal Pakai Mouse, Banyak Peserta Tak Lolos

Simulasi Tes Online Seleksi CPNS 2014

Senin, 07 Juli 2014, 08:40 WIB
Jawab Soal Pakai Mouse, Banyak Peserta Tak Lolos
ilustrasi
rmol news logo Semua meja ujian di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional II Waru, Sidoarjo, Jawa Timur terisi. Di setiap meja disediakan monitor layar berukuran besar, keyboard dan mouse. Dari mejanya masing-masing, peserta ujian—yang besar mengenakan kemeja warna putih dan celana hitam—tampak serius menyimak arahan pria berkemeja krem yang berdiri muka ruangan

Pengawas ujian itu berbicara menggunakan microphone. Sua­ra­nya terdengar jelas semua orang yang berada di ruangan itu. Gambar di layar di muka ruangan ruangan berganti setiap kali dia memencet remote control yang dipegang di tangan kanannya.

Pria berambut pendek yang ma­sih berusia muda itu sedang menjelaskan tata cara mengikuti ujian seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kantor Wilayah Kementerian Hu­kum dan HAM Jawa Timur. Di­awali cara login dengan me­ma­suk­kan nomor induk kependudu­kan (NIK) dan nomor peserta ujian.

Belum paham dengan cara mengikuti tes online ini, beberapa peserta mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan. Be­be­rapa pegawas terlihat me­ng­ham­piri meja peserta ujian yang ke­sulitan login.

Pengawas yang memberikan pe­ngarahan juga menyampaikan bahwa waktu mengerjakan soal adalah 90 menit. Peserta bisa langsung mengetahui skor yang diperolehnya setelah menye­le­sai­kan menjawab soal.  
    
Cara menjawab soal cukup mu­dah. Peserta hanya perlu me­n­ga­ra­hkan mouse dan mengklik ja­waban yang dianggapnya benar.  Tersedia fitur jika peserta ingin mengoreksi jawaban yang sudah dipilih.

Untuk mengikuti tes ini peserta memang perlu mengetahui fungsi dari beberapa perlengkapan kom­puter. Misalnya, keyboard untuk mengetik dan memasukkan NIK dan nomor peserta ujian.

Setelah semua peserta diang­gap sudah paham caranya, tes pun dimulai. Suasana ruang ujian pun berubah hening. Masing-masing peserta sibuk menatap layar yang menampilkan soal ujian.

Di ruangan lain, beberapa pe­nga­was mengamati layar televisi berukuran besar. Layar televisi itu menampilkan suasana di ruangan ujian yang ditangkap CCTV yang ditempatkan di setiap sudut atas ruangan.

Sejak tahun lalu, seleksi pene­rimaan CPNS Kementerian Hu­kum dan HAM telah me­n­g­g­una­kan sistem Computer Assisted Test (CAT). Untuk menggelar tes model baru ini, Kementerian Hu­kum dan HAM bekerja sama de­ngan Ke­menterian Pe­nda­y­ag­u­na­an Ap­a­ra­tur Negara dan Re­for­masi Biro­k­rasi (Kemen PAN-RB) serta BKN.

Mulai tahun ini, seleksi pene­rimaan CPNS untuk pusat dan daerah akan menggunakan sistem CAT. Seleksi penerimaan CPNS 2014 akan digelar serentak pada Agustus mendatang. Sebelum­nya, Kemen PAN-RB menggelar so­sialisasi dan simulasi tes CAT di sejumlah kota.

Diawali di Bandung pada 3-4 Juli lalu. Simulasi tes digelar di ruang serbaguna kampus Un­i­ver­sitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.  Ruangan ini bisa me­nampung 2.000-3.000 orang. Sam­bil mengantre menjajal simu­lasi, diadakan talkshow mengenai kemudahan seleksi CPNS 2014.

Mereka yang ingin ikut simu­lasi tes CAT tak dipungut biaya. “Berbeda dengan job fair lain, da­lam simulasi CAT ini pengunjung tidak perlu membeli tiket,” ujar Ke­pala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemen­PAN-RB Herman Suryatman.

Simulasi tes CAT pernah dig­e­lar Jakarta dan Bogor, ber­ba­re­ngan dengan job fair. Menurut Herman, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menjajal si­mu­lasi ikut tes penerimaan CPNS.

“Anak-anak muda yang ikut si­mulasi ujian, cukup antu­sias dan per­caya diri,”  cetusnya.

Melihat kenyataan itu, Kemen PAN-RB dan BKN pun memu­tuskan menggelar simulasi di sejumlah kota besar di tanah air. Setelah Bandung, akan digelar di Semarang pada tanggal 12 Juli. Kemudian 14 Juli di Denpasar, 16 Juli di Surabaya, 18 Juli di Ma­kas­sar, dan pada 22 Juli 2014 di­adakan di Medan.

Hasil simulasi CAT yang di­gelar di Bogor, ternyata banyak pe­serta yang tak lolos atau skor yang diperolehnya di bawah pas­sing grade (angka kelulusan). Se­cara kumulatif, skor peserta cu­kup tinggi. Umumnya, hanya ung­gul di satu kelompok soal. Namun jatuh di kelompok soal lainnya.

Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang diikuti peserta terdiri dari tiga kelompok soal. Kelompok pertama wawasan kebangsaan, yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sedangkan kelompok ke­dua karakteristik pribadi.

Me­liputi integritas diri, semangat ber­­prestasi, kreativitas dan in­o­vasi, orientasi pada pelayanan.

Adapun kelompok soal ketiga adalah intelegensia umum, yang, meliputi  kemampuan verbal, ke­mampuan numerik, kemam­puan berpikir logis, kemampuan ber­pikir analitis.

Simulasi yang digelar Bandung juga menunjukkan kecen­de­ru­ngan yang sama. Banyak peserta yang gagal melampaui passing grade. “Memang hasil dari simu­lasi CAT itu rendah, tetapi belum kami analisis,” kata Herman.

Menurut dia, setelah mengikuti si­mulasi CAT pelamar bisa me­nge­tahui skor yang diperolehnya. Jika nilainya masih rendah, pela­mar bisa meningkatkan bel­aj­ar­nya sebelum mengikuti tes su­ng­guhnya.  Simulasi ini dibuat sede­kat mungkin dengan tes CPNS sesunguhnya.

Menteri PAN-RB Azwar Abu­bakar telah menerima laporan mengenai rendahnya skor yang diperoleh peserta simulasi tes. “Ini harus menjadi perhatian. Usa­hakan agar masing-masing ke­lompok soal memenuhi pas­sing grade, dengan skor ma­k­si­mal,”  saran politisi Partai Ama­nat Nasional (PAN) itu.

Pendaftaran CPNS Online Dibuka Juli Ini

Mulai 2014, seleksi pene­ri­maan CPNS akan ­meng­­­gunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Dengan sistem ini, pe­serta bisa langsung mengetahui hasil tes yang diikutinya. Si­mu­lasi tes berbasis online ini pun diperkenalkan di sejumlah kota besar.

“Tujuan utama kami adalah mengenalkan sistem tes CPNS yang transparan," kata

Kepala Biro Hu­kum, Komunikasi dan Inf­or­masi Publik Kementerian Pen­dayagunaan Aparatur Ne­gara dan Reformasi Biro­krasi (Ke­men PAN-RB) Herman Sur­yatman.

Pemerintah pusat sudah membuat kebijakan bahwa tes model LJK (lembar jawaban komputer) ditiadakan. Sebagai gantinya tes CPNS dilak­sana­kan secara online dengan me­ngisi jawaban di depan ko­m­pu­ter langsung atau CAT.

Setelah menggelar beberapa kali simulasi di sejumlah kota, peserta menganggap tes ini bisa menghapuskan kecurangan, manipulasi dan suap dalam pe­nerimaan CPNS.

“Kepercayaan masyarakat khu­susnya generasi muda ter­hadap pemerintah  akan akan me­ningkat, karena sistem ini menjadi titik awal pem­be­ran­ta­san KKN dalam seleksi CPNS,”  kata Menteri PAN-RB Azwar Abubakar.

 Tak hanya tesnya yang sudah dibuat online, pendaftaran ikut seleksi CPNS juga bisa dila­ku­kan via internet mulai Juli. Ca­ranya dengan masuk ke situs Ba­dan Kepegawaian Negara (BKN).

Pendaftaran online menggu­na­kan sistem single entry. Pe­lamar bisa memilih tiga formasi jabatan pada satu instansi.  Un­tuk pendaftaran online ini, pen­daftaran tidak perlu me­lam­pir­kan dokumen per­sya­ra­tan. Do­kumen seperti Surat Ke­te­ra­ngan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat dan kar­tu kuning diserahkan setelah pe­lamar lolos seleksi.

Setelah mendaftar secara on­line, pelamar akan mendapat no­mor peserta ujian. Nomor pe­serta dan Nomor Induk Ke­pendudukan (NIK) ini perlu dimasukkan untuk bisa login saat ujian online.

Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan Penga­daan SDM Aparatur Ke­men­terian PAN-RB Supardiyana mengklaim, kesiapan sis­tem CAT untuk seleksi pene­rimaan CPNS sudah mencapai 80 persen.

“Tinggal kita uji coba. Mu­dah-mudahan awal Agustus su­dah siap 100 persen. Itu rencana kita,” ujarnya.

Persiapan yang dilakukan yakni mengganti sistem pengi­sian lembar tes yang se­be­lum­nya menggunakan kertas ja­wa­ban. Pergantian sistem ini tidak sulit. Pasalnya, perangkat kom­puternya sudah tersedia di ins­tansi pemerintah maupun di tempat-tempat yang selama ini dipakai untuk Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh In­do­nesia. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA