Pengawas ujian itu berbicara menggunakan microphone. SuaÂraÂnya terdengar jelas semua orang yang berada di ruangan itu. Gambar di layar di muka ruangan ruangan berganti setiap kali dia memencet remote control yang dipegang di tangan kanannya.
Pria berambut pendek yang maÂsih berusia muda itu sedang menjelaskan tata cara mengikuti ujian seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kantor Wilayah Kementerian HuÂkum dan HAM Jawa Timur. DiÂawali cara login dengan meÂmaÂsukÂkan nomor induk kependuduÂkan (NIK) dan nomor peserta ujian.
Belum paham dengan cara mengikuti tes online ini, beberapa peserta mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan. BeÂbeÂrapa pegawas terlihat meÂngÂhamÂpiri meja peserta ujian yang keÂsulitan login.
Pengawas yang memberikan peÂngarahan juga menyampaikan bahwa waktu mengerjakan soal adalah 90 menit. Peserta bisa langsung mengetahui skor yang diperolehnya setelah menyeÂleÂsaiÂkan menjawab soal.
Cara menjawab soal cukup muÂdah. Peserta hanya perlu meÂnÂgaÂraÂhkan mouse dan mengklik jaÂwaban yang dianggapnya benar. Tersedia fitur jika peserta ingin mengoreksi jawaban yang sudah dipilih.
Untuk mengikuti tes ini peserta memang perlu mengetahui fungsi dari beberapa perlengkapan komÂputer. Misalnya, keyboard untuk mengetik dan memasukkan NIK dan nomor peserta ujian.
Setelah semua peserta diangÂgap sudah paham caranya, tes pun dimulai. Suasana ruang ujian pun berubah hening. Masing-masing peserta sibuk menatap layar yang menampilkan soal ujian.
Di ruangan lain, beberapa peÂngaÂwas mengamati layar televisi berukuran besar. Layar televisi itu menampilkan suasana di ruangan ujian yang ditangkap CCTV yang ditempatkan di setiap sudut atas ruangan.
Sejak tahun lalu, seleksi peneÂrimaan CPNS Kementerian HuÂkum dan HAM telah meÂnÂgÂgÂunaÂkan sistem Computer Assisted Test (CAT). Untuk menggelar tes model baru ini, Kementerian HuÂkum dan HAM bekerja sama deÂngan KeÂmenterian PeÂndaÂyÂagÂuÂnaÂan ApÂaÂraÂtur Negara dan ReÂforÂmasi BiroÂkÂrasi (Kemen PAN-RB) serta BKN.
Mulai tahun ini, seleksi peneÂrimaan CPNS untuk pusat dan daerah akan menggunakan sistem CAT. Seleksi penerimaan CPNS 2014 akan digelar serentak pada Agustus mendatang. SebelumÂnya, Kemen PAN-RB menggelar soÂsialisasi dan simulasi tes CAT di sejumlah kota.
Diawali di Bandung pada 3-4 Juli lalu. Simulasi tes digelar di ruang serbaguna kampus UnÂiÂverÂsitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ruangan ini bisa meÂnampung 2.000-3.000 orang. SamÂbil mengantre menjajal simuÂlasi, diadakan talkshow mengenai kemudahan seleksi CPNS 2014.
Mereka yang ingin ikut simuÂlasi tes CAT tak dipungut biaya. “Berbeda dengan job fair lain, daÂlam simulasi CAT ini pengunjung tidak perlu membeli tiket,†ujar KeÂpala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenÂPAN-RB Herman Suryatman.
Simulasi tes CAT pernah digÂeÂlar Jakarta dan Bogor, berÂbaÂreÂngan dengan job fair. Menurut Herman, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menjajal siÂmuÂlasi ikut tes penerimaan CPNS.
“Anak-anak muda yang ikut siÂmulasi ujian, cukup antuÂsias dan perÂcaya diri,†cetusnya.
Melihat kenyataan itu, Kemen PAN-RB dan BKN pun memuÂtuskan menggelar simulasi di sejumlah kota besar di tanah air. Setelah Bandung, akan digelar di Semarang pada tanggal 12 Juli. Kemudian 14 Juli di Denpasar, 16 Juli di Surabaya, 18 Juli di MaÂkasÂsar, dan pada 22 Juli 2014 diÂadakan di Medan.
Hasil simulasi CAT yang diÂgelar di Bogor, ternyata banyak peÂserta yang tak lolos atau skor yang diperolehnya di bawah pasÂsing grade (angka kelulusan). SeÂcara kumulatif, skor peserta cuÂkup tinggi. Umumnya, hanya ungÂgul di satu kelompok soal. Namun jatuh di kelompok soal lainnya.
Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang diikuti peserta terdiri dari tiga kelompok soal. Kelompok pertama wawasan kebangsaan, yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sedangkan kelompok keÂdua karakteristik pribadi.
MeÂliputi integritas diri, semangat berÂÂprestasi, kreativitas dan inÂoÂvasi, orientasi pada pelayanan.
Adapun kelompok soal ketiga adalah intelegensia umum, yang, meliputi kemampuan verbal, keÂmampuan numerik, kemamÂpuan berpikir logis, kemampuan berÂpikir analitis.
Simulasi yang digelar Bandung juga menunjukkan kecenÂdeÂruÂngan yang sama. Banyak peserta yang gagal melampaui passing grade. “Memang hasil dari simuÂlasi CAT itu rendah, tetapi belum kami analisis,†kata Herman.
Menurut dia, setelah mengikuti siÂmulasi CAT pelamar bisa meÂngeÂtahui skor yang diperolehnya. Jika nilainya masih rendah, pelaÂmar bisa meningkatkan belÂajÂarÂnya sebelum mengikuti tes suÂngÂguhnya. Simulasi ini dibuat sedeÂkat mungkin dengan tes CPNS sesunguhnya.
Menteri PAN-RB Azwar AbuÂbakar telah menerima laporan mengenai rendahnya skor yang diperoleh peserta simulasi tes. “Ini harus menjadi perhatian. UsaÂhakan agar masing-masing keÂlompok soal memenuhi pasÂsing grade, dengan skor maÂkÂsiÂmal,†saran politisi Partai AmaÂnat Nasional (PAN) itu.
Pendaftaran CPNS Online Dibuka Juli IniMulai 2014, seleksi peneÂriÂmaan CPNS akan ÂmengÂÂÂgunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Dengan sistem ini, peÂserta bisa langsung mengetahui hasil tes yang diikutinya. SiÂmuÂlasi tes berbasis online ini pun diperkenalkan di sejumlah kota besar.
“Tujuan utama kami adalah mengenalkan sistem tes CPNS yang transparan," kata
Kepala Biro HuÂkum, Komunikasi dan InfÂorÂmasi Publik Kementerian PenÂdayagunaan Aparatur NeÂgara dan Reformasi BiroÂkrasi (KeÂmen PAN-RB) Herman SurÂyatman.
Pemerintah pusat sudah membuat kebijakan bahwa tes model LJK (lembar jawaban komputer) ditiadakan. Sebagai gantinya tes CPNS dilakÂsanaÂkan secara online dengan meÂngisi jawaban di depan koÂmÂpuÂter langsung atau CAT.
Setelah menggelar beberapa kali simulasi di sejumlah kota, peserta menganggap tes ini bisa menghapuskan kecurangan, manipulasi dan suap dalam peÂnerimaan CPNS.
“Kepercayaan masyarakat khuÂsusnya generasi muda terÂhadap pemerintah akan akan meÂningkat, karena sistem ini menjadi titik awal pemÂbeÂranÂtaÂsan KKN dalam seleksi CPNS,†kata Menteri PAN-RB Azwar Abubakar.
Tak hanya tesnya yang sudah dibuat online, pendaftaran ikut seleksi CPNS juga bisa dilaÂkuÂkan via internet mulai Juli. CaÂranya dengan masuk ke situs BaÂdan Kepegawaian Negara (BKN).
Pendaftaran online mengguÂnaÂkan sistem single entry. PeÂlamar bisa memilih tiga formasi jabatan pada satu instansi. UnÂtuk pendaftaran online ini, penÂdaftaran tidak perlu meÂlamÂpirÂkan dokumen perÂsyaÂraÂtan. DoÂkumen seperti Surat KeÂteÂraÂngan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat dan karÂtu kuning diserahkan setelah peÂlamar lolos seleksi.
Setelah mendaftar secara onÂline, pelamar akan mendapat noÂmor peserta ujian. Nomor peÂserta dan Nomor Induk KeÂpendudukan (NIK) ini perlu dimasukkan untuk bisa login saat ujian online.
Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan PengaÂdaan SDM Aparatur KeÂmenÂterian PAN-RB Supardiyana mengklaim, kesiapan sisÂtem CAT untuk seleksi peneÂrimaan CPNS sudah mencapai 80 persen.
“Tinggal kita uji coba. MuÂdah-mudahan awal Agustus suÂdah siap 100 persen. Itu rencana kita,†ujarnya.
Persiapan yang dilakukan yakni mengganti sistem pengiÂsian lembar tes yang seÂbeÂlumÂnya menggunakan kertas jaÂwaÂban. Pergantian sistem ini tidak sulit. Pasalnya, perangkat komÂputernya sudah tersedia di insÂtansi pemerintah maupun di tempat-tempat yang selama ini dipakai untuk Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh InÂdoÂnesia. ***