"Selain integritasnya belum teruji, banyak politisi muda kita justru cenderung bersikap pragmatis dan gemar mempertontonkan gaya hidup hedonis di tengah masyarakat," kata pengamat politik, Umar S Bakry, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 18/1).
Menanggapi survei Institut Riset Indonesia (Insis) yang mengatakan bahwa capres dari generasi muda lebih dikehendaki publik, Umar dengan tegas meragukannya. Hasil survei Insis itu, kata Umar, bertolak belakang dengan temuan Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menunjukkan bahwa 61,2 persen publik tidak mempermasalahkan apakah Presiden RI mendatang berasal dari generasi muda atau generasi tua.
Umar juga menganggap bahwa hasil survei Insis yang menyebutkan partisipasi pemilih dalam Pilpres 2014 akan tinggi jika capres yang berkontestasi berumur di bawah 55 tahun. Menurut survei LSN, katanya, cuma 15,9 persen publik yang mengharapkan capres berusia 50-55 tahun.
"Mayoritas publik justru tidak mempermasalahkan berapa umur capres yang ideal, karena di mata publik yang penting adalah kualitas kepemimpinan, bukan umurnya tua atau muda," tegas dosen senior sebuah perguruan tinggi di Jakarta tersebut.
[ysa]
BERITA TERKAIT: