Pragmatis, Hedon dan Korup, Politisi Muda Belum Bisa Banyak Diharapkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 18 Januari 2014, 09:33 WIB
Pragmatis, Hedon dan Korup, Politisi Muda Belum Bisa Banyak Diharapkan
ilustrasi/net
rmol news logo . Di Indonesia, belum ada trend bahwa pemimpin muda lebih baik dari tokoh-tokoh senior. Yang ada justru tokoh-tokoh muda banyak yang masuk penjara akibat kasus korupsi yang dilakukannya.

"Selain integritasnya belum teruji, banyak politisi muda kita justru cenderung bersikap pragmatis dan gemar mempertontonkan gaya hidup hedonis di tengah masyarakat," kata pengamat politik, Umar S Bakry, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 18/1).

Menanggapi survei Institut Riset Indonesia (Insis) yang mengatakan bahwa capres dari generasi muda lebih dikehendaki publik, Umar dengan tegas meragukannya. Hasil survei Insis itu, kata Umar, bertolak belakang dengan temuan Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menunjukkan bahwa 61,2 persen publik tidak mempermasalahkan apakah Presiden RI mendatang berasal dari generasi muda atau generasi tua.

Umar juga menganggap bahwa hasil survei Insis yang menyebutkan partisipasi pemilih dalam Pilpres 2014 akan tinggi jika capres yang berkontestasi berumur di bawah 55 tahun. Menurut survei LSN, katanya, cuma 15,9 persen publik yang mengharapkan capres berusia 50-55 tahun.

"Mayoritas publik justru tidak mempermasalahkan berapa umur capres yang ideal, karena di mata publik yang penting adalah kualitas kepemimpinan, bukan umurnya tua atau muda," tegas dosen senior sebuah perguruan tinggi di Jakarta tersebut. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA