Pemprov Jateng Percepat Proyek Sampah jadi Listrik di Semarang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 12 Mei 2026, 04:44 WIB
Pemprov Jateng Percepat Proyek Sampah jadi Listrik di Semarang
Gunungan sampah akan diolah menjadi tenaga listrik. (Foto: RMOLJateng)
rmol news logo Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan persoalan sampah melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis energi terbarukan. Langkah itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan Danantara di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri langsung penandatanganan kerja sama di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Dalam tahap awal, kawasan aglomerasi Semarang Raya yang melibatkan Semarang dan Kendal menjadi proyek prioritas pertama di Jawa Tengah.

Menurut Gus Yasin, proyek tersebut menjadi solusi konkret untuk mengurangi penumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan serius, terutama di Kota Semarang.

“Alhamdulillah, hari ini sudah ada penandatanganan. Tadi arahan dari Pak Menko Pangan, pembangunannya akan segera dilakukan. Ini akan sangat membantu mengurangi persoalan sampah yang ada di Kota Semarang,” kata Gus Yasin dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Selasa, 12 Mei 2026.

Pemprov Jawa Tengah juga mengusulkan kawasan lain seperti Pati Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya agar masuk tahap pengembangan berikutnya.

“Kami juga mengusulkan aglomerasi lain di Jawa Tengah seperti Pati Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya. Ini harus kita sinergikan bersama agar persoalan sampah di Jawa Tengah benar-benar bisa selesai sesuai arahan Presiden menuju zero sampah,” ujar Gus Yasin.

Skema pengelolaan sampah akan berjalan melalui dua jalur. Pertama, pengolahan sampah baru menjadi energi listrik melalui investasi Danantara. Kedua, pengolahan timbunan sampah lama menjadi bahan bakar solar melalui kerja sama dengan TNI.

Fasilitas PSEL di TPA Jatibarang dirancang mengolah 1.100 ton sampah per hari, terdiri atas 1.000 ton sampah dari Kota Semarang dan 100 ton dari Kabupaten Kendal.

“Dua-duanya bisa berjalan bersama. Sampah baru diolah menjadi listrik, sementara sampah lama kita ubah menjadi fuel atau solar,” ungkapnya.

Pemprov Jawa Tengah juga mengusulkan kawasan lain seperti Pati Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya agar masuk tahap pengembangan berikutnya.

“Kami juga mengusulkan aglomerasi lain di Jawa Tengah seperti Pati Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya. Ini harus kita sinergikan bersama agar persoalan sampah di Jawa Tengah benar-benar bisa selesai sesuai arahan Presiden menuju zero sampah,” pungkas Gus Yasin. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA