"Kami masyarakat Gunung Kidul mendukung Pak Rizal Ramli menjadi presiden," ujar perwakilan warga Gunungkidul, Sutarsih, di sela peresmian Rumah Cerdas DR. Rizal Ramli di Desa Pampang, Gunungkidul (Minggu, 12/1).
Dia mengatakan dukungan disampaikan kerena Rizal Ramli merupakan sosok yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
"Rakyat membutuhkan pemimpin yang bersih dan tidak gampang disuap. Korupsi telah membuat rakyat tidak sejahtera. Kami tahu Pak Rizal Ramli orang yang bersih," ucap Sutarsih.
Selain itu, kata guru SLTP di Gunungkidul ini, peserta Konvensi Capres Rakyat yang biasa disapa RR1 itu sangat peduli dengan rakyat miskin dan lemah. Tak hanya itu, RR1 juga memiliki kemampuan menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa dan Negara, terutama belum sejahteraanya rakyat yang menjadi akar segala permasalahan.
"Bapak jadi presiden, mohon jadikan hidup rakyat sejahtera. Mohon pendidikan rakyat diperhatikan sehingga tak ada lagi anak-anak yang tidak bisa sekolah," titip Sutarsih.
"Kami mendoakan semoga Allah mengabulkan doa kita semua, Pak Rizal Ramli terpilih menjadi presiden," ucap Sutarsih dijawab Amin ratusan hadirin.
Rumah Cerdas DR. Rizal Ramli didirikan warga Desa Pampang sebagai tindak lanjut dari kunjungan Rizal Ramli ke Yogyakarta dan Gunungkidul pada Maret 2013 silam. Saat itu, Menteri Koordinator Perekonomian dan Capres paling ideal versi The President Centre itu menghadiri pameran foto di Pasar Senthir, Yogyakarta, dan pagelaran seni budaya Gunungkidul. Acara tersebut diselenggarakan oleh komunitas jurnalis, seniman, aktivis, dan fotografer "Sahabat Bangsa".
Selain berfungsi sebagai perpustakaan yang akan menampung berbagai macam buku-buku pelajaran, buku cerita, dan lainnya, Rumah Cerdas DR. Rizal Ramli menjadi pusat informasi tentang DR Rizal Ramli, termasuk rekam jejak perjuangannya.
Menanggapi dukungan warga, RR1 yang didaulat warga meresmikan Rumah Cerdas menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang karena ingin mengurus rakyat. Selama ini, katanya, Negara absen padahal rakyat membutuhkan. Rakyat dibiarkan mengatasi persoalannya sendiri.
"Kita ubah Indonesia supaya lebih hebat, lebih cerdas, dan rakyat hidup lebih sejahtera. Saya tak mau rakyat Indonesia seperti anak yatim piatu, tidak ada yang mengurus. Saya ingin rakyat ada yang mengurus, ada yang memikirkan dan ada yang memberi arahan," pungkas RR1.
RR1 yang sudah yatim piatu sejak kecil sangat terharu dan bangga atas upaya pemuda dan warga desa mendirikan Rumah Cerdas. Apa yang dilakukan warga sangat berarti, karena lahir dari hati yang tulus. Terlebih lagi, katanya, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar warga desa masih mengalami hambatan dalam memperoleh akses pendidikan dan teknologi, khususnya kemampuan komputer dan berbahasa Inggris.
"Jangan pernah putus asa, gantungkan cita-cita setinggi-tingginya walaupun secara ekonomi tidak mendukung. Jangan menyerah!" ajaknya.
[dem]
BERITA TERKAIT: