Beberapa pemilik media secara terbuka dan dengan kesadaran diri terjun ke dunia politi dengan menjadi pemimpin partai politik atau bahkan masuk ke dalam bursa calon presiden/wakil presiden.
"Media harus bisa menahan diri dan tahu batas dalam mengampanyekan para pemiliknya yang terjun ke politik praktis," imbau Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono dalam keterangan pers catatan akhir tahun yang diterima redaksi (Senin, 30/12).
Margiono mengatakan terjun ke dunia politik adalah hak setiap orang, termasuk para pemilik media. Namun dia mengingatkan bahwa UU Pers menyatakan pers pertama-tama adalah institusi sosial. Dalam kedudukannya sebagai institusi sosial, pers harus mengedepankan nilai-nilai dan kepentingan publik di atas kepentingan apa pun dan siapa pun.
Margiono menyebut semakin lama publik semakin memahami status media sebagai institusi sosial yang harus mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Maka pemaksaan penggunaan media sebagai instrumen politik bagi para pemiliknya akan berdampak negatif bagi nama media tersebut di mata masyarakat dan pengiklan.
"Dalam jangka panjang, hal tersebut juga berdampak negatif terhadap martabat pers nasional secara keseluruhan," demikian Margiono.
[dem]
BERITA TERKAIT: