"Benar-benar sudah tuli. Kita akan kirim korek kuping kepada Presiden," kata salah seorang warga saat ditemui di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta beberapa saat lalu (Senin, 9/1).
Siang tadi, bersama Jenderal (purn) Saurip Kadi, politisi Permadi, aktivis Hatta Taliwang, ekonom Marwan Batu Bara, dan artis Pong Harjatmo, petani pulau padang ini menggelar aksi dengan membawa korek kuping di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi jahit mulut dan menginap yang sudah mereka lakukan sejak sebulan lalu. Politisi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno dan Eva Kusuma Sundari ikut turun dalam aksi ini.
Ada tiga korek kuping yang mereka bawa. Masing-masingnya berukuran sejengkal, setengah meter dan dua meter. Dengan ketiga korek kuping itu mereka bergiliran mengorek kuping masing-masing.
Selain membawa korek kuping, massa aksi yang juga diikuti oleh beberapa masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat ini juga melengkapi diri dengan kaca mata hitam sebagai simbol jika Presiden Yudhoyono juga sudah buta dengan penderitaan rakyat.
"
Korek Kuping & Kaca Mata buat Pemerintah & DPR yang Buta & Tuli terhadap rakyatnya", begitu tulisan spanduk yang mereka bentangkan dalam aksi tersebut.
[dem]
BERITA TERKAIT: