KSG, Bisa Bermanuver di Areal yang Sempit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 08 Januari 2012, 10:47 WIB
KSG, Bisa Bermanuver di Areal yang Sempit
ilustrasi/ist
RMOL. Sekitar 12 orang dari Komunitas Sepeda Goyang (KSG) terlihat beratraksi di Bundaran Hotel Indonesia.

"Biasanya kami datang sampai 80 orang. Tapi hari ini hujan," kata Ketua Komunitas Sepeda Goyang, Zanawi, kepada Rakyat Merdeka Online di kawasan Bundaran HI, Jakarta (Minggu, 8/1).

Menurut Zamawi, komunitas sepeda yang bermarkas di Tanjung Priok ini sudah berdiri pada tahun 1989. Namun beberapa tahun sempat vakum, dan mulai bangkit lagi pada tahun 2011.

"Sepedanya kita modifikasi sendiri, harga modifnya sakitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, sedangkan beratnya sendiri skitar 8-9 kg," kata salah seorang anggota KSG, Apoi, sambil beratraksi.

Dua kali dalam sebulan, atau dalam suasana car free day, komunitas ini datang ke Bundaran HI. Mereka juga sesekali bertandang ke Monas dan Ancol.

"Manfaat dari sepeda goyang ini untuk kesehatan karena semua anggota badan bisa bergerak dan bergoyang. Kita pun bisa bermanuver di areal yang sempit," demikian Apoi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA