"Biasanya kami datang sampai 80 orang. Tapi hari ini hujan," kata Ketua Komunitas Sepeda Goyang, Zanawi, kepada
Rakyat Merdeka Online di kawasan Bundaran HI, Jakarta (Minggu, 8/1).
Menurut Zamawi, komunitas sepeda yang bermarkas di Tanjung Priok ini sudah berdiri pada tahun 1989. Namun beberapa tahun sempat vakum, dan mulai bangkit lagi pada tahun 2011.
"Sepedanya kita modifikasi sendiri, harga modifnya sakitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, sedangkan beratnya sendiri skitar 8-9 kg," kata salah seorang anggota KSG, Apoi, sambil beratraksi.
Dua kali dalam sebulan, atau dalam suasana
car free day, komunitas ini datang ke Bundaran HI. Mereka juga sesekali bertandang ke Monas dan Ancol.
"Manfaat dari sepeda goyang ini untuk kesehatan karena semua anggota badan bisa bergerak dan bergoyang. Kita pun bisa bermanuver di areal yang sempit," demikian Apoi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: