"Saya heran apa yang dipersoalkan. Kalau soal layak atau tidak, kan ada aturan uji kelayakannya. Jangan direndahkan. Ini bagian dari kreativitas yang harus dijaga," katanya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 5/1).
Berbeda dengan beberapa tokoh dan pemerintah daerah, Nasir mengaku belum berminat menjadikan mobil Esemka karya pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo itu sebagai mobil dinasnya untuk berkantor ke Senayan. Namun ia berharap mobil itu bisa terus berkembang dan bukan hanya untuk gagah-gagahan saja.
"Kalaupun berminat mungkin saya gunakan untuk di Dapil (daerah pemilihan) saja. Yang jelas kalau bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkanlah. Kita harus dorong ini agar bisa makin kreatif," imbuh Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: