"Masyarakat di sana kebanyakan beternak. Lahan eksplorasi mencakup perbukitan tempat mereka biasa beternak. Tidak ada tempat lagi. Jadi masyarakat menolak kalau sampai direlokasi," ujar Koordinator Komunitas Babuju Bima, Julhaidin, saat beraudiensi dengan Komisi III DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 5/1).
Ia mengutarakan, ada 23 ribuan jiwa yang saat ini tinggal di Babuju. Mereka berternak. Sementara, masih kata dia, PT SMN sendiri hingga hari ini tidak punya kantor di Bima. Adapun alamat mereka di Jakarta ternyata hanya alamat kantor notaris.
"Ini jadi masalah, apakah ini calo pertambangan atau tidak kami tidak tahu," bebernya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: