Bencana akibat hidrometeorologis diproyeksikan akan lebih banyak terjadi di masa yang akan datang. Dalam catatan IAGI sepanjang 2011, bencana alam begitu akrab dengan masyarakat Indonesia. Terhitung bencana banjir 394 kali, banjir bandang 122 kali, longsor 233 kali, dan gunung api empat kali. Angka ini sangat mungkin bertambah dalam laporan yang masih disusun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Ketua Umum IAGI, Rovicky Dwi Putrohari, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta (Kamis, 5/1), menyatakan, banyaknya bencana tersebut dipicu oleh perubahan iklim global. Perubahan iklim global telah menyebabkan anomali curah hujan. Hal itu yang memicu daerah rawan longsor dan rusaknya sistem drainase.
"Mengatasi masalah ini, pemerintah perlu memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana. Untuk mengurangi dampak bencana yang terjadi, maka Global Champion of Disaster Risk Reduction dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus menjadi dasar dalam menghadapi bencana alam," terang Rovicky.
[ald]
BERITA TERKAIT: