Perbedaan capaian ini terutama terlihat pada akses jalan daerah yang masih terkendala di sejumlah titik.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan, akses jalan nasional secara umum sudah berfungsi 100 persen meski sebagian masih bersifat sementara. Ia menegaskan jalur logistik sudah dapat dilalui sehingga distribusi kebutuhan pokok tidak terganggu.
“Akses jalan nasional sudah 100 persen. Meskipun fungsional, tapi (akses) logistik ini penting. Logistik bisa lewat, fungsional, maka logistik untuk makanan terutama, itu tidak jadi kendala lagi,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.
Namun untuk jalan daerah, capaian tiap wilayah berbeda. Aceh baru mencapai sekitar 92 persen karena masih ada jalur yang belum terbuka, sementara Sumatera Utara berada di angka 98 persen akibat kendala longsor di beberapa titik.
“Jalan daerah di Aceh baru 92 persen. Kemudian di Sumut 98 persen,” lanjutnya.
Sementara itu, Sumatera Barat menjadi wilayah dengan progres paling tinggi, dengan akses jalan daerah sudah mencapai 100 persen. Meski demikian, sebagian infrastruktur seperti jembatan masih bersifat sementara dan perlu perbaikan lanjutan.
“Sumbar 100 persen, terutama di daerah Lebak. Jembatan nasional 100 persen, tapi temporer.” kata Tito.
Pemerintah menekankan percepatan perbaikan akan terus dilakukan, terutama di wilayah yang masih terkendala, agar seluruh infrastruktur dapat segera berfungsi penuh dan permanen.
BERITA TERKAIT: