Demikian disampaikan DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Jumat (9/12).
"Bang Hatta dikenal sebagai figur yang mampu menembus semua lini. Ia bisa datang ke Cikeas (SBY), Teuku Umar (Megawati). Itu lini-lini bisa menentukan. Bahkan, Majalah Globe Asia menempatkan Bang Hatta nomor tiga paling kuat di Indonesia setelah SBY dan Ical (Aburizal Bakrie)," kata Bima.
Hal lain yang membuat Hatta paling logis diusung adalah sosok Hatta yang dikenal sebagai tokoh Islam modern dan dekat dengan aktivis.
Masih menurut Bima, PAN juga mengusung Hatta sebagai Capres karena kemampuannya dalam bidang ekonomi.
"Buat rakyat, ekonomi adalah nomor satu. Maka pimpinan republik ini harus paham ekonomi," sambungnya.
Apalagi, dalam ekonomi, Hatta kritis dengan liberalisme. Ia pro ekonomi pasar sosial. Dia akan tegas menolak ekonomi neolib. "Lihat saja, (dalam Silaturahmi nasional) besok (Hatta) pasti didaulat menjadi Capres. Esok kita nunggu Hatta ngomong saja," imbuhnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: