Kader Bikin Bazar Murah, Numpang Pajang Gambar

Cara Balon Gubernur PKS Agar Dikenal Luas

Jumat, 09 September 2011, 00:31 WIB
Kader Bikin Bazar Murah,  Numpang Pajang Gambar
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

RMOL. Seorang pria duduk terdiam di sofa di lantai dua Gedung Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Nomor 18, Jakarta Pusat, Kamis siang (8/9).

Kedua tangannya terlihat mengutak-ngatik BlackBerry un­tuk mengisi waktu. “Lagi nunggu Pak Triwisaksana,” kata pria bernama Slamet Nurdin.

Slamet adalah anggota DPRD DKI Jakarta. Posisinya di Dewan ketua Komisi B. Ia koordinator pemenangan Triwisaksana untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Kedatangannya guna membahas beberapa program kampanye.

Triwisaksana bakal diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pemilihan gubenur DKI Jakarta tahun depan. Saat ini, dia menempati posisi sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.

Di kantor Dewan Pimpinan Wi­layah (DPW) PKS DKI Jakar­ta yang terletak di Jalan Letjen R Soeprapto Nomor 7, Cempaka Pu­tih, Jakarta Pusat, banner ber­gambar Triwisaksana menghiasai ruang tamu.

Di banner berlatar warna oranye itu, Triwisaksana terlihat me­ngenakan baju koko merah lengkap dengan peci hitam. Se­nyumnya mengembang. “Bang Sani, Abang Kita,” demikian tulisan di banner.

Tampaknya Triwisaksana se­ngaja memilih disebut Bang Sani agar lebih akrab dengan warga Jakarta. Gambar itulah yang dise­bar ke sejumlah titik-titik stra­tegis di Jakarta. Tujuannya agar Triwisaksana lebih dikenal.

Eko, staf kantor DPW PKS DKI Jakarta mengatakan, hingga kini Triwisaksana belum mem­pu­nyai markas bagi tim peme­na­ngan­nya. Untuk sementara tim menumpang di sini.

“Seminggu sekali†mereka me­lakukan rapat disini mem­bahas macam persoalan, termasuk pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta,” kata pria berjenggot ini.

Selama Ramadhan, tim meng­gelar rapat di luar. “Habis lebaran mereka kembali akan meng­gu­na­kan kantor ini,” kata Eko.

Kantor PKS Jakarta dibangun di atas tanah berukuran 12x20 me­ter. Bagian depan diper­untuk­kan halaman. Halaman yang ditu­tupi cone block ini mampu me­nampung 20 mobil. Terlihat dua mobil parkir di sini.

Masuk lebih dalam berdiri ba­ngunan berukuran 7x10 meter. Di bagian depan terdapat teras. Di sini disediakan dua kursi dan se­buah meja untuk tamu.

Agar tamu tak terkena sengatan matahari maupun guyuran hujan, di atas teras dipasang kanopi. Di atas kanopi dipasang plang nama DPW PKS DKI Jakarta dengan latar warna kuning..

Pintu masuk ke kantor DPW terbuat dari kaca. Kondisinya ter­tutup. Begitu pintu dibuka lang­sung berhadapan dengan meja resepsionis setinggi dada orang dewasa.

Meja warna kuning dan hitam itu ditunggui seorang staf. Gam­bar bulan sabit kembar yang me­ngapit padi dan kapas, logo PKS di pasang di dinding di belakang meja resepsionis.

Di samping kanan dan kiri meja recepsionis disediakan kursi panjang untuk tempat duduk tamu.  Di balik meja resepsionis terdapat ruangan yang cukup luas. Biasanya, ruangan ini digu­nakan untuk rapat.

Di dalam ruangan rapat terda­pat sofa panjang hitam dan meja rapat yang dikelilingi kursi-kursi dari plastik.

Saat Rakyat Merdeka me­nyambangi tempat ini kemarin, kondisinya sepi. Tak terlihat tim pemenangan yang beraktivitas di sini. Hanya ada dua kader yang duduk-duduk di ruang tamu sambil membaca koran.

Menurut Slamet, pihaknya menyiapkan lima jurus untuk membuat Triwisaksana bisa dikenal luas. Pertama, mencetak 5 ribu spanduk dan pamflet yang dipasang di beberapa tempat di seluruh ibu kota.

Modal pembuatan spanduk, kata dia, berasal dari urunan ka­der PKS di kelurahan dan ke­ca­matan. “Bang Sani tidak me­nge­luarkan uang dalam jumlah besar. DPW (PKS) hanya modal alat percetakan. Sementara kain berasal dari kader dibawah,” katanya.

Hal itu, jelas Slamet sudah men­jadi tradisi PKS untuk me­ngerahkan kader-kader di bawah sehingga partai tidak banyak mengeluarkan uang untuk kampanye. Jurus berikutnya, men­dorong Sani menjadi pembi­cara talk show dan diskusi yang digelar media massa maupun masyarakat.

Selain itu, Slamet Cs juga akan me­nampilkan iklan Sani di tele­visi dan media massa. Tapi, ka­rena dana terbatas, pihaknya tak akan jor-joran.

Menurut dia, program untuk mengenalkan sang gacoan buka hanya dimonopoli DPW PKS Jakarta, kader di bawah juga bisa melakukan sosialisasi lewat berbagai program. Misalnya, saat melakukan bantuan sosial (bansos).

“Biasanya kader di bawah menyelenggarakan bazar murah dimana seluruh baju dan bahan pokok berasal dari kader. DPW hanya numpang nempel foto Bang Sani,” katanya. Bagaimana dengan dana kampanye? Slamet menjelaskan dana dikumpulkan dari para kader.

“(Pilgub) tahun 2007, kami iuran Rp 50 ribu per anggota. Ta­hun 2011 direncanakan juga akan ada iuran anggota. Namun kami belum menentukan besaran­nya karena masih tergantung kebutu­han yang ada,” jelasnya.

Dekati Partai, Rangkul Rival

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengusung Tri­wi­saksana sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Untuk memuluskan langkah pria yang ingin disebut Bang Sani ini ke kursi DKI-1, PKS akan me­ngajak partai lain berkoalisi.

 â€œKami sudah sering menjalin berkomunikasi dengan partai lain. Tapi mereka belum me­mu­tuskan apakah akan berkoalisi dengan kita atau tidak, karena masih menunggu keputusan dari DPP masing-masing partai,” kata Slamet Nurdin, koordinator tim pemenangan.

Ia tak mempersoalkan partai-par­tai yang belum bersedia digan­deng untuk memenangkan pe­mi­lihan gubernur yang rencananya digelar Agustus tahun depan.

“Semoga menjelang pemilu su­dah ada partai yang mau be­r­koalisi dengan kita,” katanya.

Selain melakukan pendekatan terhadap partai, kata Slamet, pihaknya juga mendekati orang-orang yang namanya sudah mun­cul dalam bursa calon. Tujuannya untuk menyamakan ide mem­bangun Jakarta.

“Bila semua calon gubernur pu­nya ide yang sama, maka bisa di­pastikan bisa membangun Ja­karta lebih baik lagi,”katanya.

Mimpi Bikin Jalur Lingkar Kereta

PKS, kata Slamet, mengusung Sani menjadi calon gubernur di­nilai mumpuni. Ia kini menjadi wakil ketua DPRD DKI. Di par­tai dia pernah jadi ketua DPW PKS Jakarta.

“Dengan be­kal itu dia pasti sangat mengetahui seluk-beluk dan apa saja yang dibutuhkan warga Jakarta,” katanya.     

Masih menurut Slamet, Sani memiliki visi dan misi membuat warga Jakarta sejahtera, damai dan terpenuhi segala keb­u­tuhannya.

Demi memujudkan hal itu, PKS akan mengeluarkan selu­ruh kader di kelurahan, keca­matan maupun kotamadya un­tuk memberikan penyuluhan ke­pada masyarakat. Minimal sebulan sekali mengenai calon yang dijagokan.

Penyuluhan ini dila­kukan, kata Slamet, agar warga Jakarta sa­dar tentang hak dan ke­waji­ban­nya . Bila su­dah sadar, maka pro­gram yang di­ren­ca­na­kan pe­me­rintah akan berjalan dengan baik.

“Membangun Jakarta tidak bisa dilakukan pemerintah saja, tapi harus ada peran serta ma­syarakat,” katanya    

Bila terpilih menjadi gu­ber­nur DKI Jakarta, Triwisaksana akan membuat kereta lingkar Ja­karta (loop line). Kereta ini mirip dengan commuter line namun lebih disempurnakan.

“Jadi rel kereta api dibangun melingkari Jakarta. Bila ini ber­hasil cukup ampuh untuk me­ngurangi kemacetan yang se­lama ini menjadi masalah yang tidak terselesaikan,” katanya.

Slamet menerangkan, loop line me­rupakan pelengkap dari trans­portasi yang sudah ada seperti busway, commuter line dan mass rapid transpor­tation (MRT).

Jadi masyarakat yang ting­gal di pinggiran Ja­karta, yakni Ta­ngerang, Bo­gor, Bekasi dan De­pok setelah naik KRL bisa me­ne­ruskan per­ja­la­nan dengan loop line sam­­pai tempat tujuan.   [rm]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA