Airlangga Hartarto: Menteri BUMN Pasti Dipanggil, Buktikan Tak Ada Persekongkolan

Minggu, 12 Desember 2010, 03:31 WIB
Airlangga Hartarto: Menteri BUMN Pasti Dipanggil, Buktikan Tak Ada Persekongkolan
RMOL.Terjadi tarik menarik mengenai pembentukan Panja DPR terkait penjualan saham perdana Krakatau Steel. Komisi VI dan XI sama-sama merasa punya hak.

Makanya hingga kini belum terbentuk siapa ketuanya, tapi Komisi VI DPR sudah memilih 30 orang yang menjadi anggota Panja.

“Saya tidak mau berkomentar mengenai adanya keinginan Komisi XI membentuk Panja. Yang jelas, saya berbicara terkait komisi yang saya pimpin,’’ ujar Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto, kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya Wakil Ketua Ko­misi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, Komisi XI yang menggawangi persoalan ke­uang­an Perbankan juga berniat mem­bentuk Panja untuk membedah ada apa di balik kekisruhan pen­jualan saham Krakatau Steel.

Kalau di DPR terjadi tarik-me­narik, tapi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengaku nggak ter­lalu sulit yakinkan Panja bahwa tidak ada persekongkolan dalam pen­jualan saham perdana Kra­katau Steel.

Airlangga Hartarto selanjutnya mengatakan, sekarang ini yang sudah terbentuk adalah anggota Panja saja, sedangkan ketuanya belum diputuskan.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kapan ketuanya ditunjuk?

Nanti, kita rapatkan dulu, bia­sanya salah satu unsur pimpinan.

Menurut Anda Komisi mana yang pas memimpin Panja?

Saya tidak mau berkomentar soal itu. Yang jelas, Komisi VI  bermitra dengan Krakatau Steel dan Kementerian BUMN.

Komisi VI melihat ada hal-hal yang perlu diperjelas privatisasi IPO, hanya untuk mengingatkan bahwa proses-proses IPO BUMN itu tidak sama dengan IPO-IPO perusahaan swasta. Kemudian IPO ini tentu memerlukan keter­bukaan dengan penuh kehati-hatian dalam seluruh prosesnya.

Jadi, salah satu isu yang men­cuat adalah masalah harga. Nah, harga ini yang kita ungkap secara jelas dan secara obyektif proses pembentukan sampai ke harga itu seperti apa dengan keputusannya. Itu yang perlu dikupas dalam Panja.

Apa yang sudah dilakukan Komisi VI terkait kisruh pena­waran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Kra­ka­­­tau Steel tersebut?

Kami bersama Menteri BUMN Mustafa Abubakar, dan Direksi Krakatau Steel sudah sepakat untuk membentuk Panja.

Mustafa Abubakar merasa nggak sulit meyakinkan Panja bahwa tidak ada perse­kong­ko­lan dalam penjualan saham ter­sebut, komentar Anda?

Kita lihat saja nanti. Buktikan saja nanti di Panja.

Apa Anda yakin Panja ber­hasil?

Tentunya berhasil. Sebab, Panja tentu bisa mengorek infor­masi secara lebih de­tail dan se­cara gam­blang.

Jadi, tentunya teman-teman di komisi VI kemarin, secara akla­masi memu­tus­kan untuk mem­ben­­tuk Panja. Dan Panja itu me­mang domain di masing-masing komisi. Tentu nanti apa yang disorot, ya masing-masing nanti yang akan memutuskan.

Targetnya kapan selesai?

Tergantung informasi yang masuk, yakni berapa yang dalam dan berapa yang terbuka. Kalau makin banyak informasi yang masuk, tentu lebih cepat selesai­nya. Targetnya sesudah masa sidang berikutnya yakni awal 2011.

Setelah disimpulkan Panja, apa lagi yang akan lakukan Ko­misi VI DPR?

Sesudah melakukan RDP dan pendalaman baru ada kesimpu­lan. Termasuk langkah-langkah berikutnya.

Kapan Menteri BUMN di­panggil?

Setelah nanti Panja melakukan tugasnya. Yang jelas, Pak Menteri BUMN pasti dipanggil untuk menjelaskan IPO KS. Sebab menteri kan mewakili pemerin­tah. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA