Dalam proyek ini, PT PAL Indonesia melibatkan lebih dari 100 mitra industri dalam negeri dari berbagai sektor.
Keterlibatan tersebut tidak hanya memperkuat rantai pasok nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas, efisiensi produksi, standardisasi, hingga kemampuan teknis industri pendukung agar mampu memenuhi kebutuhan proyek strategis berstandar internasional.
“Bagi PT PAL, setiap kepercayaan yang diberikan pelanggan harus mampu diterjemahkan menjadi peluang pertumbuhan bersama bagi ekosistem industri nasional,” tulis keterangan PT PAL dikutip, Minggu, 28 Juni 2026.
Karena itu, proyek Landing Dock Philippines #1 tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pembangunan kapal, tetapi juga menjadi sarana transfer pengalaman, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
Melalui pola kemitraan yang berkelanjutan, PT PAL turut membangun fondasi industri maritim dan pertahanan Indonesia yang semakin mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.
Dengan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap produk industri pertahanan nasional, proyek-proyek ekspor strategis diharapkan dapat terus menjadi jembatan bagi industri lokal untuk naik kelas dan mampu berbicara lebih banyak di pasar global.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: