Prof Didik Rachbini: Buku Putih Kadin Petakan 107 Hambatan Dunia Usaha

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Prof Didik Rachbini: Buku Putih Kadin Petakan 107 Hambatan Dunia Usaha
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini. (Foto: RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Buku Putih Hambatan dan Solusi Dunia Usaha Tahun 2026 yang memetakan 107 isu strategis yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, merupakan dokumen yang disusun berdasarkan aspirasi anggota luar biasa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta pengusaha tingkat provinsi itu juga memuat 407 usulan rekomendasi dalam 15 klaster.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, merespon positif penerbitan Buku Putih Hambatan dan Solusi Dunia Usaha Tahun 2026 itu, pada Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia, menjelang Rapimnas Kadin 2026 di The Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.

Didik menilai, penyusunan buku putih yang dilakukan melalui survei aspirasi dan rangkaian rapat komisi, mampu mengidentifikasi persoalan konkret yang dihadapi dunia usaha.

“Buku Putih ini memotret biaya ekonomi tinggi tersebut secara konkret, langsung dari suara pelaku usaha,” ujar Didik dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dari 15 klaster yang diidentifikasi, persoalan keuangan dan pembiayaan menjadi klaster dengan jumlah isu terbanyak, yakni 13 isu dengan 60 rekomendasi. Berikutnya, klaster persaingan usaha mencakup 12 isu dengan 45 rekomendasi, disusul ekspor-impor dengan 10 isu dan 39 rekomendasi, serta logistik dengan 10 isu.

Secara garis besar, berbagai hambatan tersebut dikelompokkan ke dalam tiga persoalan utama. Pertama, biaya dan ketersediaan input produksi yang mencakup 35 isu. Kedua, regulasi, standar, dan kepastian hukum sebanyak 29 isu. Ketiga, pasar, perdagangan, dan pembiayaan dengan 43 isu.

Menurut Didik, pemetaan tersebut penting untuk memastikan persoalan yang dihadapi pengusaha tidak berhenti menjadi catatan, tetapi ditindaklanjuti melalui perbaikan kebijakan.

Dalam bagian penutup paparannya, ia menegaskan pentingnya pengawalan bersama terhadap rekomendasi yang telah disusun.

“Buku ini adalah suara Bapak/Ibu. Mari kita kawal bersama, Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus, dan seluruh Anggota Luar Biasa, agar setiap rekomendasi di dalamnya benar-benar dilaksanakan.”

Didik berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menghapus hambatan usaha sekaligus memperkuat industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA