Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 20 Oktober 2026, 10:20 WIB
Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!
Surat terbuka bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” yang ditandatangani ratusan guru besar di Indonesia
Kecil Besar
rmol news logo Forum Guru Besar Indonesia mendesak Gibran Rakabuming Raka agar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden. 

Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” yang ditandatangani ratusan guru besar di Indonesia. 

Surat tertanggal 19 Oktober 2026 itu disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang berkaitan dengan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.

Forum Guru Besar Indonesia menilai putusan MK tersebut memunculkan persoalan moral dan etika terkait keabsahan dokumen pendidikan Gibran. Mereka pun antara lain menyoroti pertimbangan hakim yang tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai keabsahan dokumen atau ijazah luar negeri yang setara dengan pendidikan SLTA sederajat saat pendaftaran Pilpres 2024.

Dalam suratnya, Forum Guru Besar Indonesia mengamini bahwa MK tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi karena persoalan kedudukan hukum pemohon dan batasan prosedural hukum formal. Namun, mereka menilai persoalan tersebut tetap memiliki implikasi moral terhadap legitimasi kepemimpinan nasional yang sedang berjalan.

Forum Guru Besar Indonesia kemudian menyampaikan tiga poin keprihatinan dan desakan moral, yakni; runtuhnya keteladanan dan etika bernegara, krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan, serta beban politik bagi Presiden dan stabilitas nasional.

Para Guru Besar menilai persoalan tersebut juga sangat erat kaitannya dengan integritas pejabat publik dan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bagaimana mungkin kami, para pendidik di perguruan tinggi, dapat terus menanamkan nilai-nilai integritas akademik, kerja keras, kejuangan, dan kepatuhan hukum kepada jutaan mahasiswa, jika di saat yang sama, posisi Wakil Presiden Republik Indonesia diraih melalui proses yang cacat secara administratif?” demikian salah satu petikan surat tersebut, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026. 

Forum Guru Besar Indonesia juga mengingatkan bahwa polemik mengenai legitimasi moral kepemimpinan berpotensi mengikis kredibilitas pemerintah, baik di dalam negeri maupun di mata internasional.

Atas dasar itu, mereka meminta Gibran mengambil langkah dan keputusan kesatria untuk mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden, demi menjaga kehormatan lembaga kepresidenan dan etika kehidupan berbangsa.

“Oleh karena itu, demi menjaga marwah lembaga Kepresidenan, memulihkan etika kehidupan berbangsa, kebaikan serta keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan ini kami menghimbau dan mendesak Saudara Gibran Rakabuming Raka untuk segera mengambil langkah kesatria dan berjiwa besar dengan menyatakan Mengundurkan Diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia,” tulis pernyataan Forum Guru Besar Indonesia.

Tak hanya Gibran, surat terbuka itu juga turut mendesak perhatian Presiden RI Prabowo Subianto agar melihat persoalan itu bukan semata sebagai dinamika politik, melainkan sebagai ujian terhadap komitmen menjaga etika di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga turut didesak untuk bijaksana dalam memberikan pandangan terkait polemik tersebut.

“(Presiden RI Prabowo Subianto dan mantan Presiden Jokowi) justru menjadi alamat surat,” kata Prof Din Syamsuddin saat dikonfirmasi RMOL beberapa saat lalu. 

Surat terbuka itu mencantumkan 13 nama inisiator, yakni: 

1. Prof. M. Din Syamsuddin
2. Prof. Ryaas Rasyid
3. Prof. Ganjar Kurnia
4. Prof. Idrus Paturusi
5. Prof. Nuhfil Hanani
6. Prof. M. Nasih
7. Prof. Amran Razak
8. Prof. La Ode M. Aslan
9. Prof. Rochmat Wahab
10. Prof. Connie Rahakundini Bakrie
11. Prof. Nandang Sutrisno
12. Prof. Fathul Wahid
13. Prof. Lukman Hakim

Adapun, nama-nama Guru Besar Indonesia lainnya yakni: 

14. Prof. A. Zaenurrosyid
15. Prof. Abdul Basit
16. Prof. Abdul Haris Fatgehipon
17. Prof. Abrar
18. Prof. Achmad Nurmandi
19. Prof. Adam Wiryawan
20. Prof. Adang Djumhur Salikin
21. Prof. Agus Taufiq
22. Prof. Ahmad Badawi Saluy
23. Prof. Ahmad Sarbini
24. Prof. Akbar Silo
25. Prof. Alaiddin Koto
26. Prof. Ali Maksum
27. Prof. Aminuddin Ilmar
28. Prof. Aminuddin Mane Kandari
29. Prof. Amung Ma'mun
30. Prof. Andi Faisal Bakti
31. Prof. Andi Iqbal Burhanuddin
33. Prof. Armin
34. Prof. Asep Usman Ismail
35. Prof. Asmawi
36. Prof. Asna Husin
37. Prof. Bambang Irawan
38. Prof. Budi Santoso
39. Prof. Budi Setiadi Daryono
40. Prof. Bukhori Abdul Shomad
41. Prof. Bunyamin Maftuh
42. Prof. Burhanuddin
43. Prof. Chairul A. Nidom
44. Prof. Dedy Takdir Syaifuddin
45. Prof. Denny Indrayana
46. Prof. Deti Nurhayati
47. Prof. Didin Nurul Rosidin
48. Prof. Didin Saripudin
49. Prof. Dikdik Zafar Sidik
50. Prof. Dimyati
51. Prof. Djawahir Hejzziey
52. Prof. Dradjad Irianto
53. Prof. Dwi Agus Sudjimat
54. Prof. Elimartati
55. Prof. Endang Sutisna Sulaeman
56. Prof. Enjang Akhmad Juanda
57. Prof. Fauzan Saleh
58. Prof. Fauziyah Harahap
59. Prof. Firman D. Syah
60. Prof. Ghozali Maski
61. Prof. Hadi Machmud
62. Prof. Heni Noviarita
63. Prof. Herri
64. Prof. Heru Kurnianto Tjahjono
65. Prof. Heru Susetyo
66. Prof. Hesti Armiwulan Sochmawardiah
67. Prof. Ibrahim Siregar
68. Prof. Imam Suprayogo
69. Prof. Irza Sukmana
70. Prof. Jarnawi Afgani Dahlan
71. Prof. Kusman Ibrahim
72. Prof. La Rianda Baka
73. Prof. La Rianda Baka
74. Prof. Lukman Asha
75. Prof. Luqman Hakim
76. Prof. M. Aswin
77. Prof. M. Furqon
78. Prof. M. Janib Achmad
79. Prof. M. Sihab Ridwan
80. Prof. M. Syaom Barliana
81. Prof. Mahsun
82. Prof. Mahyuddin Barni
83. Prof. Mahyuddin K. M. Nasution
84. Prof. Mas Yedi Sumaryadi
85. Prof. Masruchin Rubai
86. Prof. Memed Sueb
87. Prof. Mhd. Buhari Sibuea
88. Prof. Moch. Qasim Mathar
89. Prof. Moch. Tolchah
90. Prof. Muhajir Utomo
91. Prof. Muhamad Syamsudin
92. Prof. Muhammad Chirzin
93. Prof. Muhammad Nur
94. Prof. Muharram
95. Prof. Mukti Ali
96. Prof. Muzakkir
97. Prof. Nadjib Bustan
98. Prof. Naelati Tubastuvi
99. Prof. Noermijati
100. Prof. Normuslim
101. Prof. Nur Hadi Ihsan
131. Prof. Suyata
102. Prof. Nurdin Saidi
103. Prof. Nurman
104. Prof. Nurul Barizah
105. Prof. Ridha Dharmajaya
106. Prof. Rofiaty
107. Prof. Rosdanelli Hasibuan
108. Prof. Roslina Alam
109. Prof. Rukmina Gonibala
110. Prof. Sardjuningsih
111. Prof. Sariffudin Fatmona
112. Prof. Selamat Triono Ahmad
113. Prof. Setyo Widagdo
114. Prof. Siswanto Masruri
115. Prof. Sri Puryono KS
116. Prof. Sri Zul Chairiyah
117. Prof. Suadi Sa'ad
118. Prof. Subandi
119. Prof. Sudarminto S. Yuwono
120. Prof. Sugeng Purwanto
121. Prof. Sugiyanto
122. Prof. Suhadi Ibnu
123. Prof. Suhana
124. Prof. Sukarmi
125. Prof. Sukirno
126. Prof. Sukron Kamil
127. Prof. Sumantri
128. Prof. Suparman Marzuki
129. Prof. Supiana
130. Prof. Suradi Wijaya Saputra
130.Prof Suyata
132. Prof. Syafiuddin
133. Prof. Syafrial
134. Prof. Syafruddin
135. Prof. Syafruddin Syarif
136. Prof. Syahidin
137. Prof. Syahrir Mallongi
138. Prof. Tajul Arifin
139. Prof. Takdir Rahmadi
140. Prof. Triyo Supriyatno
141. Prof. Umar Burhan
142. Prof. Unti Ludigdo
143. Prof. Wahyudi
144. Prof. Widiastuti
145. Prof. Yaslis Ilyas
146. Prof. Yayan Rahtikawati
147. Prof. Yayan Sopyan
148. Prof. Yeni Huriani
149. Prof. Yusri Yusuf
150. Prof. Zainal Muttaqin. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA