"Oligarki agaknya lawan Presiden Prabowo Subianto yang paling hakiki saat ini. Tentu saja bukan semua oligarki, tapi oligarki hitam yang selama ini sudah mengangkangi banyak hal di negeri ini," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Senin 19 Oktober 2026.
Jokowi sendiri, menurut Erizal, mungkin tidak menyangka Presiden Prabowo "berani" melawan oligarki seperti saat ini. Dan lebih tak menyangka lagi bisa bertahan sejauh ini.
"Dua tahun berlalu yang terlihat penguatan, tidak pelemahan. Kapolri diganti, langsung mutasi besar-besaran dalam waktu singkat, dan Polri, tidak sama lagi dulu dan kini," kata Erizal.
Presiden Prabowo memang hanya mengganti posisi antara KSAD dan Wakil Panglima TNI. Tapi itu sudah dianggap cukup mengubah situasi.
"Yang agak berbau Jokowi mulai diparkir di tempat tersendiri," kata Erizal.
Birokrasi jangan ditanya lagi. Sudah lebih dulu pergi meninggalkan Jokowi. Tapi situasi terus bergerak dan belum berhenti.
Bareskrim Polri juga mulai menyelidiki aduan masyarakat (Dumas) terkait tindak pemalsuan pembuatan dan penggunaan Surat Keterangan penyetaraan ijazah SMA Wapres Gibran Rakabuming Raka.
"Tapi banyak yang masih ragu itu akan bisa berlanjut. Partai-partai juga diragukan mau
follow up putusan Mahkamah Konstitusi," pungkas Erizal.
BERITA TERKAIT: