Demikian disampaikan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Senin 19 Oktober 2026.
Amir juga menyinggung kemungkinan langkah politik luar biasa yang pernah menjadi bagian dari sejarah ketatanegaraan Indonesia, termasuk Dekrit Presiden.
“Dari Soekarno hingga Gus Dur, ada pengalaman ketika negara menghadapi persoalan besar. Namun, yang harus dipikirkan adalah bagaimana menyelamatkan negara,” kata Amir.
Menurut dia, polemik politik yang berkepanjangan berpotensi mengalihkan perhatian pemerintah dari persoalan masyarakat yang membutuhkan penyelesaian konkret.
Amir juga mengingatkan adanya dinamika geopolitik global yang menurut penilaiannya dapat memengaruhi persatuan Indonesia.
Ia meminta pemerintah memperkuat ketahanan nasional agar berbagai tekanan dari dalam maupun luar negeri tidak berkembang menjadi perpecahan.
“Para pendiri bangsa telah melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan sampai negara ini pecah. Persatuan harus menjadi kepentingan bersama,” kata Amir.
Ia menilai stabilitas nasional membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul berbagai kelompok masyarakat, termasuk tokoh-tokoh Islam dan unsur TNI, dengan tetap menghormati prinsip demokrasi dan supremasi sipil.
BERITA TERKAIT: