Kombinasi Inflasi dan Dinamika Pasar Minyak Bikin Harga Bitcoin Tertekan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 20 Oktober 2026, 13:31 WIB
Kombinasi Inflasi dan Dinamika Pasar Minyak Bikin Harga Bitcoin Tertekan
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Bitcoin kembali tertekan dan turun ke bawah 82.000 Dolar AS setelah kekhawatiran inflasi dan tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil risiko.

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa, 20 Oktober 2026, harga Bitcoin turun 0,69 persen dalam 24 jam terakhir menjadi 81.982,85 Dolar AS. Pelemahan tersebut sejalan dengan pergerakan pasar kripto secara keseluruhan yang turun 0,65 persen dari sisi kapitalisasi pasar.

Tekanan terhadap Bitcoin tidak lepas dari kondisi ekonomi global. Harga minyak mentah Brent yang bertahan di atas 107 Dolar AS per barel memicu kekhawatiran inflasi, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mendekati 5,1 persen. Kondisi ini membuat investor mengantisipasi kemungkinan kebijakan suku bunga Federal Reserve tetap ketat, sehingga aset berisiko seperti Bitcoin menjadi kurang menarik.

Dari sisi permintaan, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana keluar bersih sebesar 228,6 juta Dolar AS pada pekan lalu. Ini menjadi pekan kedua berturut-turut terjadinya penarikan dana, yang mengindikasikan berkurangnya minat investor institusi dalam jangka pendek.

Pergerakan harga juga masih tertahan oleh level 83.000 Dolar AS. Bitcoin sempat menghadapi tekanan jual di sekitar 83.009 Dolar AS, sehingga level tersebut menjadi batas penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut. Sementara itu, area US$80.600 menjadi penopang harga yang telah diuji sebanyak tiga kali sepanjang bulan ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih akan berkutat di antara 80.600 Dolar AS dan 83.000 Dolar AS. Tingkat pendanaan di pasar derivatif yang kembali positif menunjukkan sebagian trader mulai mengambil posisi untuk mengantisipasi kenaikan. 

Namun demikian, kenaikan open interest yang hanya 4,6 persen mengindikasikan pelaku pasar masih berhati-hati. Bitcoin perlu bertahan di atas area 80.600 Dolar AS dan menembus 83.000 Dolar AS untuk memperkuat peluang pemulihan harga.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA