Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien dalam sambutannya. Momen itu bermula ketika Diky Candra turut mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar bersama para peserta Musda.
Daniel kemudian menyinggung kemampuan Diky yang dinilai cukup lancar mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar.
“Tadi saya dengar sudah fasih Pak Diky ini, jadi boleh untuk bisa bergabung,” ujar Daniel.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam pelaksanaan Musda V Partai Golkar Kota Tasikmalaya.
Menanggapi ajakan tersebut, Diky Candra menjelaskan bahwa dirinya mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar karena mengikuti arahan pembawa acara. Ia menegaskan, keikutsertaannya bukan berarti dirinya telah menjadi kader Partai Golkar.
“Disuruh MC mengikuti apa yang dibacakan saja. Jujur ini ya, memang lagi tertarik ingin mempelajari beberapa partai,” ungkap Diky.
Diky mengakui saat ini dirinya memang tengah mempelajari sejumlah partai politik. Namun, ia belum menentukan pilihan maupun menyatakan akan bergabung dengan partai tertentu.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah di Kota Tasikmalaya yang menjadi perhatian dan tanggung jawabnya sebagai Wakil Wali Kota.
“Saya akui mempelajari, tapi ya PR-PR di Kota Tasik juga masih banyak. Sampai detik kemarin tuh saya masih merasa belum layak. Mungkin nanti akhirnya aman memilih,” ujarnya.
Dengan demikian, keikutsertaan Diky dalam pembacaan Pancabakti Golkar pada Musda V tersebut belum dapat dimaknai sebagai tanda bahwa dirinya telah bergabung dengan Partai Golkar.
Diky juga menjelaskan alasan kehadirannya dalam Musda V Partai Golkar Kota Tasikmalaya. Ia menyebut kehadirannya merupakan bentuk mandat untuk mewakili Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang berhalangan hadir.
Diky mengatakan, pada awalnya dirinya tidak dijadwalkan untuk memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Namun, ia kemudian diminta pembawa acara untuk menyampaikan sambutan.
“Seharusnya yang sambutan pidato itu bukan saya. Karena saya mendapat mandat yang mewakili Wali Kota Tasikmalaya,” tutur dia.
Diky juga menegaskan bahwa sambutan yang disampaikannya bukan dalam kapasitas mewakili Pemerintah Kota Tasikmalaya secara kelembagaan.
“Namun karena diminta pembawa acara harus memberikan sambutan, bukan kapasitas mewakili pemerintah daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Diky turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya musyawarah dalam proses pengambilan keputusan.
Dengan gaya khasnya, Diky bahkan menyebut sambutannya lebih menyerupai materi komedi.
“Mungkin stand up comedy saya mah. Seperti bahasa planet di akhir tadi, intinya apa pun masalahnya sebetulnya harus bermusyawarah,” selorohnya.
Menurut Diky, musyawarah penting dilakukan agar setiap persoalan dapat dibahas melalui dialog dan pertimbangan bersama.
“Hari ini banyak orang yang sulit untuk diajak musyawarah sehingga bisa jadi mengambil keputusan pun bisa jadi salah,” ucapnya.
Musda V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya dihadiri jajaran pengurus dan kader Partai Golkar, baik dari tingkat Jawa Barat maupun Kota Tasikmalaya.
Sejumlah pimpinan partai politik lainnya di Kota Tasikmalaya juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Di tengah agenda konsolidasi partai, kehadiran Diky Candra menjadi perhatian setelah dirinya mendapat ajakan terbuka dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.
Namun hingga Musda V berlangsung, Diky belum menyatakan secara resmi akan bergabung dengan Partai Golkar maupun partai politik lainnya.
BERITA TERKAIT: