Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun mengatakan, nama Gibran yang belakangan muncul dalam bursa capres 2029 baru sekadar peluang yang belum memiliki persentase tinggi.
"Bila ingin bertarung sebagai presiden, dia harus memberi sinyal yang kuat kepada publik," ujar Rico kepada
RMOL, Kamis, 17 September 2026.
Jika dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rico menilai, pidato terbarunya yang cukup viral dalam momen HUT Demokrat, beberapa waktu lalu, memberikan pesan bahwa ia maju capres.
"Pidatonya (AHY) yang berisi kritik tajam tapi berbahasa halus, memberi pesan bahwa AHY dan Demokrat ada di dalam pemerintahan tapi cukup berjarak untuk memisahkan diri dengan opini negatif publik terhadap jalannya pemerintahan," kata Rico.
Dari komunikasi politik AHY tersebut, Rico menilai AHY sedang memperjelas pandangannya yang berbeda soal klaim pertumbuhan ekonomi, dan mengkritik langsung netralitas aparat.
"Ini berarti AHY ingin pertarungan 2029 harus fair tanpa keterlibatan oknum-oknum aparat," demikian Rico.
BERITA TERKAIT: