Prabowo Ingin Kewenangan Rekrutmen Guru Kembali ke Pemerintah Pusat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 17 September 2026, 14:08 WIB
Prabowo Ingin Kewenangan Rekrutmen Guru Kembali ke Pemerintah Pusat
Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto menegaskan sistem pendidikan nasional harus diperbaiki secara menyeluruh, terutama dalam proses rekrutmen dan peningkatan kualitas guru. 

Pemerintah saat ini juga tengah membahas kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat.

"Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Kamis, 17 September 2026.

Prabowo menjelaskan, desentralisasi merupakan bagian dari semangat demokratisasi yang bertujuan baik. 

Namun, dalam pelaksanaannya, penyerahan kewenangan rekrutmen guru kepada pemerintah daerah menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga objektivitas dan kualitas tenaga pendidik. 

“Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” kata Prabowo.

Untuk menjawab persoalan kualitas guru yang belum merata, pemerintah mempertimbangkan pelaksanaan kursus, penataran, hingga program peningkatan kemampuan bagi tenaga pendidik. 

Selain itu, digitalisasi ruang kelas ditempatkan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan. 

“Sekarang, ya terpaksa mungkin kita harus bikin kursus-kursus, penataran-penataran, upgrading guru-guru itu,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengungkapkan rencana crash program dengan merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu sekolah-sekolah yang paling tertinggal. 

“Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah ” kata Prabowo.

“Umpamanya kita punya 300 ribu sekolah. Ya, mungkin kita mulai dari SD dulu, kita rekrut mungkin 30 ribu sarjana. Kita terjunkan ke sekolah-sekolah yang paling ketinggalan untuk crash program,” sambungnya. 

Alternatif lainnya, pemerintah juga mempertimbangkan penugasan aparatur sipil negara (ASN) yang telah bekerja untuk membantu sekolah tertentu selama dua atau tiga minggu sesuai kebutuhan.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.