Bagi pengamat hukum dan politik Muhammad Gumarang, bergabung ke dalam pemerintahan adalah ujian tersendiri bagi Rocky Gerung.
Kata Gumarang, selama ini radical break menjadi karakter politik Rocky untuk membangun daya tarik publik sekaligus nilai tawar terhadap penguasa.
Gumarang mengatakan posisi Rocky kini berbeda dengan ketika dirinya berada di luar pemerintahan sebagai pengamat. Sebagai anggota Wantimpres, Rocky bekerja dalam sebuah kelembagaan dan memiliki tugas memberikan pertimbangan kepada presiden.
“Kalau Rocky Gerung sudah menjadi bagian dari pemerintahan sebagai anggota Wantimpres, tentu dia tidak bisa semau gue seperti ketika berada di luar pemerintahan. Dia terikat aturan organisasi dan bekerja secara kolektif kolegial,” ujar Gumarang kepada wartawan, Senin 5 Oktober 2026.
Ia menilai perbedaan posisi tersebut membuat ruang gerak Rocky sebagai pengkritik menjadi lebih terbatas. Ketika masih berada di luar pemerintahan, Rocky dapat menyampaikan kritik sebagai individu tanpa terikat struktur kelembagaan, sedangkan sebagai anggota Wantimpres ia memiliki tanggung jawab jabatan dan menerima fasilitas dari negara.
Gumarang menekankan, posisi Rocky di dalam Wantimpres akan menguji konsistensinya dengan berbagai pandangan yang selama ini ia sampaikan ketika berada di luar pemerintahan.
Sambungnya, Rocky sendiri setelah pelantikan menyatakan bahwa dirinya hanya berpindah dari luar ke dalam pemerintahan dan tetap mempertahankan pandangan radical break.
“Rocky Gerung mungkin menyadari bahwa dia tidak akan bisa melakukan radical break seperti ketika menjadi pengamat,” pungkas Gumarang.
BERITA TERKAIT: