Klarifikasi tersebut disampaikan Budi Arie merespons sorotan publik atas beredarnya video dirinya tengah melontarkan wacana percepatan momentum politik persis di sebelah Jokowi.
"Ada tiga hal penting. Pertama, pernyataan yang beredar akhir-akhir ini memang analisis dan pandangan pribadi saya," ujar Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat, 28 Agustus 2026.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menegaskan, Jokowi sama sekali tidak memberikan tanggapan maupun arahan terkait analisanya tersebut. Menurutnya, Jokowi hanya mendengarkan pembicaraan yang bergulir di lokasi.
"Tidak ada kaitannya dengan Bapak Joko Widodo sebagai sebuah sikap atau pendapat. Jadi itu bukan pendapat dan bukan sikap Pak Jokowi," tegas Budi Arie.
Ia berdalih, diskursus mengenai dinamika politik mendatang merupakan bagian dari kajian risiko dan seni kemungkinan (
art of possibility). Budi Arie juga menyinggung respons Jokowi di akhir pertemuan yang justru fokus pada stabilitas nasional, bukan isu percepatan pemilu.
"Beliau menyampaikan di akhir pertemuan bahwa semua kondisi baik-baik saja. Ekonomi masyarakat baik, pertumbuhan masih 5 persen, dan inflasi terkendali 3,2 persen," paparnya.
Sembari pasang badan, Budi Arie meminta publik tidak menyeret nama Jokowi atas blunder analisis politik tersebut dan menyatakan siap menanggung segala risikonya secara mandiri.
"Kalau dikaitkan, ya memang kebetulan saya bicara di sebelahnya Pak Jokowi. Saya bertanggung jawab penuh dan siap menerima segala konsekuensi dari analisis saya tersebut," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: