Seruan tersebut disampaikan Prabowo ketika menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara tersebut, termasuk Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari.
Sapaan kepada Dubes Palestina langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorakan ribuan hadirin yang memadati lokasi acara.
Prabowo kemudian meneriakkan "Free Palestine" tiga kali. Setiap seruan tersebut langsung disambut serentak para hadirin dengan meneriakkan kalimat yang sama.
Dubes Abdulfattah kemudian berlari menuju panggung utama sambil membawa selendang keffiyeh khas Palestina. Selendang tersebut diberikan dan dikalungkan kepada Prabowo dan keduanya berpelukan di atas panggung.
Setelah momen tersebut, Prabowo menyoroti kondisi masyarakat Palestina yang hingga kini menghadapi serangan bertubi-tubi.
"Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kondisi Palestina harus menjadi pemicu bagi Indonesia untuk membangun bangsa yang kuat.
Ia meminta para kiai, ulama, pendidik, dan santri ikut mendorong generasi muda agar serius belajar dan membangun kemampuan bangsa.
"Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak, kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan pengalaman Indonesia yang pernah berada di bawah penjajahan. Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi pelajaran agar bangsa Indonesia tidak kembali berada dalam posisi lemah.
"Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, ya, pendahulu-pendahulu kita ya berjuang, ya melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain," tuturnya.
Karena itu, Prabowo meminta generasi penerus berani melihat kelemahan dan kekurangan bangsa sendiri sebagai bahan evaluasi.
"Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri," katanya.
Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kekuatan agar dapat membantu bangsa lain yang mengalami penindasan.
"Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang ditindas atau tertindas bangsa lain, kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita membantu," tandasnya.
BERITA TERKAIT: