Angka tersebut meningkat 6,62 persen dibandingkan target belanja negara dalam APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun.
Sementara pendapatan negara dalam RAPBN 2027 ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun. Target tersebut naik 8,64 persen dibandingkan target pendapatan negara 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
“Belanja Negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari Rp 3.842,7 triliun pada APBN 2026. Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 3.426 triliun atau naik dari Rp 3.153,6 triliun di APBN 2026,” kata Prabowo saat menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
Dengan postur pendapatan dan belanja tersebut, defisit anggaran RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun.
"Pembiayaan direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, dengan defisit 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),"tuturnya.
Target defisit tersebut lebih rendah dibandingkan APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen PDB.
Sementara itu, outlook defisit yang diproyeksikan pemerintah pada akhir 2026 mencapai 2,85 persen.
Prabowo mengatakan defisit anggaran tahun depan didesain lebih rendah dibandingkan 2026.
"Defisit ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi, kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang," tandasnya.
BERITA TERKAIT: