Prabowo Bidik Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2027, Janjikan Reformasi Fiskal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Jumat, 14 Agustus 2026, 16:21 WIB
Prabowo Bidik Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2027, Janjikan Reformasi Fiskal
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: TV Parlemen)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Prabowo saat membacakan Nota Keuangan dan Rancangan APBN (RAPBN) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.

Selain pertumbuhan ekonomi 6 persen, pemerintah menargetkan inflasi tetap terjaga pada level 2,5 persen. 

Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di level 6,9 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp17.500 per Dolar Amerika Serikat.

“Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 Dolar AS per barel, lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari,” tambah Prabowo.

Pemerintah juga memproyeksikan sejumlah indikator kesejahteraan membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Prabowo merinci tingkat kemiskinan pada 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 persen sampai 6,5 persen, dari target APBN 2026 sebesar 6,5 persen sampai 7,5 persen.

Tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan turun menjadi 4,30 persen sampai 4,87 persen pada 2027, dibandingkan target 2026 sebesar 4,44 persen sampai 4,96 persen.

Adapun Rasio Gini ditargetkan menjadi 0,362 sampai 0,367 pada 2027, dari 0,377 sampai 0,380 pada tahun sebelumnya. Sementara Indeks Modal Manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575.

“Angka-angka tersebut akan kita jaga dengan reformasi fiskal yang holistik dan konsisten. Pendapatan negara kita dorong lebih optimal. Kebocoran penerimaan harus diminimalisasi. Efisiensi belanja harus terus kita lanjutkan,” tuturnya.

Perlindungan sosial, kata Prabowo juga didorong semakin tepat sasaran, serta pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA