Dosen tetap Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan RI, Ade Muhammad menilai apabila isu tersebut benar dan nantinya ditetapkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto, hal itu patut dipandang sebagai perkembangan yang positif.
Menurut Ade, kehadiran alumni Universitas Pertahanan pada posisi strategis pemerintahan akan menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan tinggi pertahanan.
"Namun demikian, saya tetap menghormati proses konstitusional dan keputusan resmi pemerintah," kata Ade, dikutip Sabtu 8 Agustus 2026.
Ia menambahkan, langkah Presiden yang memberikan ruang kepada generasi muda merupakan hal yang patut diapresiasi.
Dalam pandangannya, tata kelola pertahanan modern membutuhkan kombinasi antara kebijaksanaan generasi senior dan inovasi generasi muda agar kebijakan yang dihasilkan lebih adaptif terhadap ancaman strategis abad ke-21, mulai dari
artificial intelligence, cyber defense, unmanned systems, ruang angkasa, hingga teknologi
dual-use yang berkembang sangat cepat.
Lebih lanjut, Ade menilai penunjukan Norman Joesoef berpotensi membawa dampak positif bagi industri pertahanan dan teknologi pertahanan nasional.
"Indonesia membutuhkan pejabat publik yang memiliki kombinasi antara
innovation dan
tenacity, karena pembangunan industri pertahanan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi lintas pemerintahan," pungkas Ade.
BERITA TERKAIT: