Dalam kunjungannya, Kamis, 6 Agustus 2026, Gibran mengatakan kehadirannya bertujuan memantau perkembangan penanganan pascabencana sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat terdampak.
"Pemerintah terus bekerja secara optimal untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di Aceh," kata Gibran.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah dan tantangan yang harus segera diselesaikan.
Karena itu, Gibran menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai aspirasi, masukan, maupun kritik yang konstruktif demi memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terdampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, relawan, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu proses pemulihan.
Ia menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi bencana. Namun demikian, pembangunan kembali infrastruktur yang aman dan layak tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.
"Semangat gotong royong ini sangat berharga, namun pembangunan infrastruktur yang aman dan layak pakai adalah tanggung jawab negara. Pemerintah akan terus mengawal penyelesaiannya agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: