Menurutnya, salah satu faktor yang patut diwaspadai adalah penggunaan material atap bangunan seperti asbes dan seng berkarat.
"Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah terkena kanker paru-paru padahal dia tidak merokok. Dari mana? Ya dari karat, dari asbes, dari macam-macam bahan kimia," ujar Presiden dalam sebuah pernyataan di Semarang, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.
Karena itu, Presiden mengingatkan pentingnya penggunaan material bangunan yang lebih aman bagi kesehatan masyarakat.
"Aslinya bangsa Indonesia tidak memakai seng. Kalau perlu kita kembali memakai ijuk, kembali memakai rumbai. Kalau tidak, kita harus cari. Rakyat kita dari dahulu bisa membuat genteng. Genteng bukan teknologi baru. Rakyat kita dari dahulu memakai genteng," kata Prabowo.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan seluruh jenis asbes bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker pada manusia.
Paparan serat asbes dikaitkan dengan sejumlah penyakit serius, antara lain kanker paru-paru, mesothelioma (kanker pada selaput paru dan rongga tubuh), kanker laring, kanker ovarium, serta asbestosis, yakni penyakit paru kronis akibat menghirup serat asbes dalam waktu lama.
WHO juga menegaskan tidak ada batas paparan asbes yang benar-benar aman, sehingga mendorong seluruh negara menghentikan penggunaan asbes dan beralih ke material pengganti yang lebih aman.
BERITA TERKAIT: