Mereka di antaranya Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Mendikti Saintek Brian Yuliarto mengatakan rapat hari ini membahas upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan narkoba.
Dalam pertemuan itu, ia turut membawa salah satu peneliti dari Universitas Indonesia (UI) yang memiliki kajian terkait narkoba dan ketergantungan.
"Jadi tadi saya juga diminta membawa salah satu peneliti, dosen UI, kaitannya dengan narkoba, ketergantungan, dan seterusnya," ungkap Brian saat tiba di Istana.
Dia menjelaskan, pemerintah ingin menyinergikan hasil penelitian yang telah dikembangkan perguruan tinggi dengan kebutuhan BNN maupun Kementerian Kesehatan, termasuk untuk terapi dan penanganan ketergantungan narkoba.
"Jadi, mana hasil-hasil penelitian yang sudah dikembangkan di kampus, kita akan sinergikan dengan kebutuhan yang ada di BNN, atau terapi, atau Kementerian Kesehatan. Itu topiknya, ya," jelasnya.
Menurut Brian, pembahasan mencakup berbagai aspek terkait narkoba, mulai dari pengembangan teknologi untuk mendeteksi narkoba, upaya penyembuhan, hingga kemungkinan pemanfaatan barang sitaan untuk kepentingan penelitian.
"Ya, semuanya, ya. Semua, apa, hal-hal yang terkait narkoba. Apakah teknologinya, untuk mendeteksinya, penyembuhannya, barangkali barang yang disita pemanfaatannya seperti apa. Nanti saya laporkan setelah ini," tandas Brian.
BERITA TERKAIT: