Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menjelaskan bahwa Prabowo sebelumnya belum sempat melayat langsung akibat padatnya agenda pemerintahan.
"Kami sangat memaklumi kepadatan jadwal beliau. Apalagi, kepergian Mas Guruh sangat mendadak meninggalkan kita semua, kita semua berduka," ujar Said kepada wartawan di Jakarta, Selasa 29 September 2026.
Setibanya di lokasi, Prabowo langsung disambut oleh Megawati dan Puan Maharani. Dalam pertemuan yang berlangsung khusyuk tersebut, kedua tokoh saling mendoakan. Prabowo mendoakan agar almarhum Guruh diterima di sisi Allah SWT, sementara Megawati mendoakan kesehatan dan kelancaran tugas kepemimpinan nasional bagi Prabowo.
“Selama pertemuan, kedua sahabat saling mendoakan, termasuk Bapak Presiden mendoakan agar arwah Mas Guruh Soekarnoputera diterima di sisi Allah SWT. Sebaliknya, Ibu Mega juga mendoakan agar Bapak Presiden senantiasa diberikan berkah sehat, dapat menjalankan tugas kepemimpinan nasional dengan paripurna,” kata Said.
Said juga menegaskan bahwa pertemuan Prabowo dan Megawati berlangsung khusus untuk menyampaikan duka dan menjaga silaturahmi, tanpa membahas persoalan politik.
"Pertemuan ini sangat personalized, dan beliau berdua sama sekali tidak ada pembicaraan lainnya, apalagi bicara politik... Sebagai sahabat, tentu Ibu Mega sangat terharu atas perhatian Bapak Presiden," pungkas Said.
BERITA TERKAIT: