Peninjauan tersebut dilakukan seusai Menhub bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Denpasar. Kedua pihak membahas percepatan penguatan infrastruktur transportasi udara dan laut di Pulau Dewata.
Menhub Dudy menegaskan, optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang menjadi langkah strategis memecah penumpukan kendaraan di jalur utama penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
"Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif," ujar Menhub Dudy.
Kemenhub telah memetakan beberapa opsi lintasan penyeberangan, seperti Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, hingga Ketapang–Benoa. Celukan Bawang diproyeksikan menjadi simpul vital distribusi arus kendaraan Jawa-Bali.
Dudy menginstruksikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempercepat kajian teknis dan penyelesaian fasilitas pelabuhan.
"Kami sudah meminta Pelindo melakukan revitalisasi. Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan," tegasnya.
Selain sektor laut, Kemenhub juga mematangkan program
water taxi untuk mengurai kemacetan darat di Bali. Moda transportasi air ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dari 2 jam menjadi 30 menit.
"Ini dapat mengurangi beban jalan darat. Animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda," tutup Menhub.
BERITA TERKAIT: