Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana menilai narasi tersebut merupakan framing politis yang tidak sesuai dengan suasana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.
Aboy merupakan alumnus Gontor tahun 2000 sekaligus wali santri yang hadir langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia menilai narasi di media sosial telah membawa kegiatan Gontor ke dalam tafsir politik yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lokasi.
“Narasi yang ditulis akun Facebook Fajar Fairus Khan merupakan upaya adu domba, manipulasi informasi, penyesatan opini dan framing politis yang menjadi polusi di media sosial,” kata Aboy dalam keterangannya, Senin, 28 September 2026.
“Kami yang hadir langsung di lokasi kegiatan selama tiga hari sangat kecewa dengan postingan orang-orang yang tidak hadir di lokasi,” sambungnya.
Menurut Aboy, suasana acara justru memperlihatkan sambutan hangat keluarga besar Gontor terhadap Prabowo. Tradisi pesantren, kata dia, menempatkan adab kepada tamu sebagai bagian penting dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
“Pimpinan dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor justru menyambut kehadiran Kepala Negara dengan penuh rasa hormat, kehangatan, serta memegang teguh adab dan etika pesantren,” ujarnya.
Presiden Prabowo hadir dalam resepsi tersebut setelah meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Kedatangannya disambut ribuan santri dengan kibaran Merah Putih dan penampilan
marching band.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meresmikan renovasi Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan Fakultas Kedokteran Unida Gontor dengan menandatangani prasasti.
Aboy juga menyinggung pernyataan Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal dalam acara tersebut.
“Bahkan Presiden Prabowo Subianto meresmikan Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (Unida) Gontor di Kabupaten Ponorogo, dan dalam kesempatan tersebut Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal juga mengatakan bahwa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo sesuai dengan Gontor,” katanya.
Hubungan hangat tersebut juga terlihat dari penyerahan Mushaf Al Quran Gontor kepada Prabowo. Sementara KH Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia.
Karena itu, Aboy membantah tafsir yang mengaitkan pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70-73 dengan pesan untuk menegur atau “menampar” Presiden.
“Pembacaan surah Al-Ahzab ayat 70-73 yang dilantunkan dalam acara tersebut merupakan protokol resmi dalam setiap hajatan besar pesantren, sebagai pengingat serta doa kebaikan untuk seluruh bangsa. Pondok Modern Gontor adalah lembaga pendidikan yang senantiasa berdiri di atas semua golongan,” tegasnya.
Ia meminta perbedaan pandangan politik tidak menyeret ayat suci, kiai, maupun lembaga pendidikan ke dalam pertentangan.
“Jangan gunakan apa pun untuk melakukan fitnah yang keji, apalagi menggunakan ayat suci. Jangan pernah mengangkat kiai kami di Gontor dengan cara merendahkan Kiai-Kiai lainnya. Kami menghormati seluruh Kiai dan pemuka agama dari agama apa pun,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: