Gus Ipul Buka MPLS Gelombang Kedua di 65 Sekolah Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 03 Agustus 2026, 15:05 WIB
Gus Ipul Buka MPLS Gelombang Kedua di 65 Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua di 65 Sekolah Rakyat secara virtual dari Jakarta. (Foto: Humas Kemensos)
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua di 65 Sekolah Rakyat secara virtual dari Jakarta, pada Jumat 31 Juli 2026). 

Di hari yang sama, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga menghadiri pembukaan secara langsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Wonosobo, Jawa Tengah, bersama jajaran pemerintah daerah setempat.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan. 

“Data menunjukkan lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia tidak bersekolah. Anak-anak inilah yang menjadi penerima manfaat Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul, dikutip Senin 3 Agustus 2026.

Terkait pelaksanaan yang dibagi dalam empat gelombang, Gus Ipul menegaskan hal ini dilakukan demi memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta keamanan siswa sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. 

“Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan, yakni kesiapan fungsional sarana dan prasarana, keselamatan dan kenyamanan anak sebagai prioritas utama, serta kepastian utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi telah terverifikasi,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menginstruksikan kepala sekolah dan pendidik agar menjaga lingkungan sekolah dari perundungan, kekerasan, maupun intoleransi. 

“Jangan sampai terjadi perundungan, kekerasan, baik fisik maupun seksual, serta intoleransi. Tidak ada satu pun anak yang boleh pulang membawa luka dari sekolah yang seharusnya menjadi rumah kedua mereka,” kata Gus Ipul.

Mengenai esensi MPLS, Gus Ipul menyebutnya sebagai momen untuk memetakan kondisi fisik, psikologis, hingga bakat siswa guna merancang intervensi yang tepat. Selain itu, keterlibatan taruna TNI dan Polri dalam pendampingan bertujuan untuk membangun kedisiplinan siswa. 

“Kehadiran mereka bukan sebagai atasan, tetapi sebagai kakak yang membentuk kebiasaan baik sejak hari pertama, mulai dari disiplin waktu, merapikan tempat tidur, hingga bertanggung jawab terhadap diri sendiri,” kata Gus Ipul.

"Ini bukan perpisahan, tetapi ikhtiar bersama untuk masa depan anak-anak yang lebih baik. Sesuai arahan Presiden, pintu sekolah akan selalu terbuka. Orang tua dipersilakan menjenguk anak-anaknya kapan pun,” sambungnya.

Wamensos Agus Jabo Priyono melaporkan langsung antusiasme yang tinggi dalam pembukaan di Wonosobo yang juga menampung sementara siswa dari Temanggung. 

“Hari ini cukup meriah. Orang tua siswa hadir, banyak tamu juga hadir, dan anak-anak semua bergembira. Termasuk orang tuanya bergembira, bupatinya juga bergembira,” kata Agus Jabo.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut melaporkan kesiapan SRT 1 Kabupaten Malang dan perjuangan pendamping sosial dalam meyakinkan keluarga penerima manfaat. 

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo, Kemensos, serta Kementerian PU atas pembangunan sekolah yang berkualitas bagi masyarakat Desil 1 dan Desil 2, sehingga anak-anak kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan layak. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA