Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Jumat, 14 Agustus 2026, 17:55 WIB
Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)
Kecil Besar
rmol news logo Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai dugaan keterlibatan pejabat TNI-Polri dalam aktivitas tambang ilegal ditegaskan sebagai pesan yang wajib dilaksanakan seluruh jajaran pemerintah.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan pernyataan tersebut bukan hal baru. Menurutnya, Presiden sudah berulang kali menyampaikan hal serupa.

"Kan bukan baru, bukan baru sekarang, dari dulu Presiden sudah ngomong kayak gitu," kata Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Saat ditanya mengenai pandangannya terkait dugaan adanya backing dari aparat TNI-Polri dalam aktivitas tambang ilegal, Supratman menegaskan tidak diperlukan validasi tambahan atas pernyataan Presiden.

"Tidak perlu diminta validasi, Presiden itu sudah menyatakan itu. Jadi tidak perlu minta validasi kepada siapa-siapa," tegasnya.

Supratman mengatakan pernyataan Presiden tersebut tidak hanya ditujukan kepada TNI-Polri. Pesan itu juga berlaku bagi seluruh pembantu Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan.

"Presiden yang sudah menyampaikan itu dan itu wajib dilaksanakan bukan hanya kepada TNI-Polri tapi kepada seluruh pembantu-pembantu beliau," ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden juga selalu mengingatkan para pembantunya agar berhati-hati dalam menjalankan tugas.

"Setiap saat kami bertemu pesannya cuma satu: hati-hati. Udah. Saya tidak akan pernah bela kalian kalau melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Itu selalu Presiden sudah ngomong kayak gitu," kata Supratman.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyinggung persoalan tambang ilegal dan meminta Panglima TNI serta Kapolri mengusut dugaan keterlibatan pejabat TNI dan Polri.

Prabowo menyebut pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Ia mempertanyakan bagaimana aktivitas ilegal dalam jumlah besar tersebut dapat berlangsung tanpa diketahui pejabat terkait.

"Tidak mungkin 1000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi," kata Prabowo dalam pernyataannya.

Prabowo juga menegaskan bahwa pimpinan harus berani menertibkan anak buahnya sendiri, meskipun langkah tersebut berpotensi menyasar orang yang sebelumnya telah diberi kepercayaan dan jabatan.

"Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri," ujar Prabowo.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA